Siswa Indonesia Hanya Akan Punya Satu Nomor Induk
Rabu, 19 Apr 2006 12:38 WIB
Jakarta -
Setiap siswa di Indonesia mulai tahun depan hanya akan memiliki satu nomor induk yang disebut nomor induk siswa Indonesia (Nisindo). Nisindo akan didapat ketika siswa masuk sekolah dasar (SD).Demikian disampaikan Kepala Biro Umum Depdiknas Gatot Hari Priowijanto saat jumpa pers di Gerai Media Depdiknas, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (19/4/2006).Nomor induk ini akan terdiri dari sepuluh digit dengan 3 digit pertamanya menandakan tahun masuk SD seorang siswa. Nantinya, seorang siswa sejak SD sampai SLTA hanya memiliki satu nomor saja.Menurut dia, Nisindo sudah diujicobakan di 3 kota di Jawa Timur. Tahun ini Nisindo akan diterapkan di 4 provinsi lain yakni Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta."Tahun depan semua provinsi sudah mencoba nomor Nisindo ini," ujar dia.Nisindo ini dibuat untuk menyiapkan data yang akurat, terkomputerisasi dan tersentralisasi."Harapannya dengan adanya Nisindo ini data setiap siswa bisa dideteksi. Siapa namanya, siapa gurunya, di mana sekolahnya, tempat dan tanggal lahirnya dan sebagainya sampai tujuh item data," ucapnya.Dengan data yang akurat, kata Gatot, maka program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bisa efisien sesuai dengan jumlah siswa yang ada. Sehingga dapat dihindari BOS diselewengkan dengan data fiktif siswa.Selain itu Nisindo juga akan menyatu pada Single Indentity Number (SIN) dari Depdagri. "SIN kan untuk 17 tahun ke atas. Untuk 17 tahun ke bawah Nisindo yang akan mengisinya," tutur Gatot.Data-data mengenai Nisindo ini bisa diakses melalui www.nis.depkdiknas.org.
(san/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































