TPM: Pengakuan Amrozi Makin Perjelas Kasus Ba'asyir Direkayasa
Rabu, 19 Apr 2006 12:09 WIB
Cilacap - Pengakuan Amrozi semakin menambah keyakinan Tim Pembela Muslim (TPM) bahwa kasus yang selama ini ditimpakan kepada Abu Bakar Ba'asyir adalah rekayasa. TPM meminta pemerintah merehabilitasi nama baik Ba'asyir.Hal ini disampaikan Koordinator TPM Mahendradatta kepada wartawan usai menghadiri sidang Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri (PN) Cilacap, Jl. Suprapto, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (19/4/2006). Sidang dihadiri ratusan pengunjung, mayoritas anggota Majelis Mujahidin Indonesia (MMI).Dalam sidang, Amrozi membantah Ba'asyir terlibat dalam kasus bom Bali I. Ba'asyir juga tidak pernah merestui bom Bali I. "Dengan pengakuan Amrozi ini, maka kita semakin yakin bahwa kasus ustad direkayasa," kata Mahendra.Memang, indikasi adanya rekayasa dalam kasus Ba'asyir, menurut Mahendra, sudah terlihat sejak awal saat Ba'asyir dituding terlibat dalam kasus terorisme dan ditangkap. Bahkan, mantan penerjemah CIA yang pernah menjadi saksi dalam sidang di PN Jakarta Selatan membenarkan bahwa pemerintah AS memang punya kepentingan dalam kasus Ba'asyir."Rekayasa itu datang dari luar negeri," kata Mahendra. Dengan adanya pengakuan Amrozi sang terpidana mati bom Bali I tersebut, Mahendra berharap Ba'asyir segera dibebaskan dan dinyatakan tidak bersalah secara hukum. Mahendra juga meminta agar nama Ba'asyir direhabilitasi.Tindak Lanjuti Kasus PenyiksaanPada kesempatan itu, Mahendra juga berencana menindaklanjuti pengakuan Amrozi bahwa saksi-saksi yang pernah mengatakan Ba'asyir terlibat dalam bom Bali I mengalami penyiksaan terlebih dulu. Rencananya, TPM akan melaporkan kasus penyiksaan ini kepada aparat hukum dalam waktu dekat."Tindakan penyiksaan ini bukan persoalan sistem atau institusi. Tapi ini berkaitan dengan oknum. Karena dalam sistem kita tidak diperbolehkan penyiksaan terhadap para terpidana," kata Mahendra.Rencananya, Mahendra juga akan menemui Amrozi, Imam Samudra, dan Ali Gufron di LP Batu Nusakambangan untuk mencari kejelasan siapa yang melakukan penyiksaan terhadap mereka. "Karena indikasinya, pelakunya tidak hanya satu, tapi beberapa orang," kata dia.Dalam persidangan, Amrozi mengaku bahwa orang-orang yang sebelumnya mengakui adanya keterlibatan Ba'asyir dalam bom Bali I mengalami tekanan dan penyiksaan oleh oknum tertentu. Bahkan, menurut Amrozi, penyiksaan itu juga dialami Imam Samudra dan Ali Gufron. "Saya mengetahui hal ini setelah bertemu Imam Samudra dan Ali Gufron," kata Amrozi.
(asy/)











































