Warga Protes Rumah Difoto Google Street View Sebut Petugas Bawa Surat KSP

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 24 Okt 2021 18:50 WIB
A woman holds her smart phone which displays the Google home page, in this picture illustration taken February 24, 2016. A U.S. Jury handed Google a major victory May 26, 2016 in a long-running copyright battle with Oracle Corp over Android software to run most of the worlds smartphones.  REUTERS/Eric Gaillard/Illustration/Files     TPX IMAGES OF THE DAY
Ilustrasi (Foto: Reuters)

Pada saat itu, Khairul langsung meminta GSV menghapus foto kompleksnya itu. Kesepakatan penghapusan foto itu pun disetujui. Namun, di hari berikutnya, Khairul mendapati kompleksnya telah masuk di Google Street View lengkap dengan detail jalan dan teras rumah.

"Lalu saya minta dia hapus hasil foto, dan dia mau karena tahu itu bukan jalan umum, kompleks saya gerbang tunggal, cuman 20-an rumah, bukan jalan umum. Kupikir masalah selesai. Ternyata kemarin dikasih orang kompleks ternyata kompleks kami masuk di Google Street View, lengkap dengan detail jalan, teras rumah, dan lain-lain," ungkapnya.

Khairul menegaskan kompleks rumahnya tidak punya jalan tembus dan hanya digunakan oleh penghuni kompleks. Dia pun tidak terima dengan tindakan Google yang memotret rumahnya dan rumah penghuni lainnya tanpa izin.

"Sekali lagi, kompleks rumah saya tidak punya jalan tembus, hanya satu gerbang, dan hanya digunakan oleh penghuni. Jadi kenapa Google dan mitranya seenaknya memotret rumah, pekarangan dan jalanan kompleks kami?" kata Khairul.

Khairul heran GSV menggunakan surat dukungan KSP untuk masuk ke permukimannya dan melakukan foto-foto dalam konteks Asian Games. Dia pun meminta Google memutus akses atau men-take down hasil pemetaan kompleks miliknya.

"Mereka juga menggunakan surat dukungan deputi KSP dalam konteks Asian Games, untuk masuk ke pemukiman mengambil foto-foto," ujar Khairul.

"Tolong PT Kelly Service Indonesia dan @googleindonesia untuk men-take down hasil pemetaan kompleks gw. Kompleks gw bukan jalan umum dan tidak ada hubungannya sama kesuksesan Asian Games yang lo jadikan alasan buat foto-foto areal nonpublik seenaknya. #GoogleLanggarPrivasi," tambahnya.

detikcom telah berupaya mengontak pihak KSP. Namun hingga berita ini terbit, belum ada respons dari pihak KSP.


(whn/isa)