Heboh 'Kemenag Hadiah untuk NU', Muhammadiyah Minta Menag Adil

Isal Mawardi - detikNews
Minggu, 24 Okt 2021 18:08 WIB
Jakarta -

Pernyataan Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas terkait 'Kemenag hadiah untuk NU' dikritik berbagai pihak. Salah satunya Muhammadiyah.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti menyebut seharusnya Menag berlaku adil terhadap seluruh ormas.

"Seharusnya menag berlaku bijak dan adil kepada semua agama dan organisasi keagamaan," ujar Abdul Mu'ti kepada wartawan, Minggu (24/10/2021).

Abdul Mu'ti mengaku tidak mengetahui maksud Menag membuat pernyataan tersebut. Abdul Mu'ti menyebut sejarah yang Kemenag yang diceritakan Yaqut berbeda dengan yang sebetulnya.

"Saya tidak tahu apa maksud dan tujuan menteri agama membuat pernyataan tersebut. Setahu saya sejarah Kementerian Agama berbeda dengan yang disampaikan oleh Menteri Agama," tegasnya.

Meski begitu, Abdul Mu'ti mengaku tidak akan komplain kepada Kemanag terkait pernyataan Yaqut. Banyak urusan yang lebih penting diurus Muhammadiyah ketimbang pernyataan Menag.

"Tidak (mengajukan keberatan). Banyak hal penting yang harus diurus oleh Muhammadiyah," lanjutnya.

detikcom sudah mencoba menghubungi Menag Yaqut Cholil Qoumas soal ini. Namun belum mendapat respons.

Pernyataan Menag Yaqut itu disampaikan dalam webinar internasional yang ditayangkan salah satu channel YouTube. Menang menceritakan terkait adanya perdebatan terkait Kementerian Agama terkait usulan perubahan tagline Kemenag.

"Ada perdebatan kecil di Kementerian, ketika mendiskusikan soal Kementerian Agama, saya berkeinginan untuk mengubah tagline atau logo Kementerian Agama, tagline Kementerian Agama itu kan 'Ikhlas Beramal. Saya bilang, nggak ada ikhlas kok ditulis gitu, namanya ikhlas itu dalam hati, ikhlas kok ditulis, ya ini menunjukkan nggak ikhlas saya bilang. Nggak ikhlas itu artinya mungkin kalau ada bantuan minta potongan itu nggak ikhlas, kelihatannya bantu tapi minta potongan tapi nggak ikhlas. Nah ikhlas beramal itu nggak bagus, nggak pas saya bilang. Kemudian berkembang perdebatan itu menjadi sejarah asal usul Kementerian Agama," kata Yaqut, dalam webinar bertajuk Webminar Internasional Peringatan Hari Santri 2021 RMI-PBNU.

Selengkapnya di halaman berikutnya