Detik-detik Mencekam Robohnya Rumah di Jakbar Tewaskan Ibu-Bayi

Karin Nur Secha - detikNews
Minggu, 24 Okt 2021 17:24 WIB
Jakarta -

Seorang ibu bernama Ita (40) dan bayinya yang tertimpa reruntuhan rumah di Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar), ditemukan dalam posisi berpelukan. Seorang saksi bernama Herlina menceritakan detik-detik mencekam saat rumah tersebut roboh.

"Jam 21.00 WIB roboh tuh, itu juga nggak ada angin nggak ada ujan tiba-tiba roboh langsung. Itu pertama roboh keramik, kedua puing itu pada hancur," kata Herlina saat ditemui di lokasi, Minggu (24/10/2021).

Awalnya, Herlina menyebut Ita tengah menyuruh sang anak untuk membelikannya makanan. Tak berselang lama, sang anak keluar membelikan makan kemudian rumah tersebut roboh.

"Iya tiba-tiba 'boom' dua kali itu kedengeran. Kalau misal dia nggak dihalangin udah abis (mati) kali langsung," ungkapnya.

"Udah deh penduduk rame. Tapi semalem kebetulan sepi nih. Saya lagi nonton TV, ada orang teriak-teriak dari luar. Tapi emang di dalem nggak ada suara apa-apa kita mau dorong juga takut. Nggak lama kita telepon Damkar jam 21.00 WIB malem. Itu alat lengkap baru deh terbuka itu jam 22.30 WIB-lah," sambungnya.

Dia mengatakan proses evakuasi berlangsung cukup lama. Bahkan, saat bayi tengah dievakuasi, petugas Damkar masih sempat bernyawa.

"Anaknya bagus tuh waktu itu masih ada nyawanya, diginiin (CPR) petugas sampai petugasnya lari itu. Kan RSUD depan, tapi emang sampai RS udah nggak ada," katanya.

"(Proses evakuasi) lama dua jam kali ya. Ibu emang diperiksa di depan sama dokter, tapi udah nggak ada," sambungnya.

Saksi lainnya, Lilis, mengatakan seorang polisi telah berusaha menghubungi pihak RSUD Kalideres untuk meminta bantuan.

"Cuma emang pas diperiksa udah nggak bernyawa. Kalau memang masih ada kita gedor-gedor (pintu) pasti bersuara. Ini nggak ada yang nyautin," kata Lilis.

Ditemukan Berpelukan

Diketahui petugas damkar sampai di TKP pukul 22.03 WIB. Damkar menerima informasi dari warga bahwa kemungkinan ada seorang ibu dan anaknya yang berada di dalam rumah saat rumah ambruk.

Petugas memindahkan sejumlah barang yang menghalangi jalan menuju reruntuhan. Damkar kemudian melihat kaki di sekitar reruntuhan.

Setelah ditelusuri, petugas Damkar menemukan ibu dan bayi dalam posisi berpelukan.

"Anggota mencoba mencari dan menemukan kaki yang terlihat kemudian mencoba menggali bersama. Pada saat diketemukan, si anak masih ada denyut dan napas," ujar pejabat Humas Dinas Gulkarmat Mulat Wijayanto kepada wartawan, Minggu (24/10/2021).

Karena tidak ada ambulans, petugas damkar kemudian mengevakuasi sang bayi ke RSUD Kalideres naik motor. Namun, belum sempat mendapatkan penanganan medis, sang bayi meninggal dunia.

"Sesampai di RSUD Kalideres, ternyata sudah mengembuskan napas terakhirnya," imbuh Mulat.

Petugas Damkar berusaha mencari tabung oksigen untuk membantu sang ibu bernapas. Karena lambatnya penanganan, nyawa sang ibu tidak tertolong.

"Sehingga si ibu karena lambatnya penanganan menghembuskan nafas terakhirnya," ucapnya.

(ain/isa)