PDIP Vs Demokrat Debat Panas soal Pemilu 2009, Begini Dulu Hasilnya

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 24 Okt 2021 12:29 WIB
Jakarta -

PDIP tengah berdebat panas dengan Partai Demokrat. Debat panas itu berkaitan dengan Pemilu 2009.

Debat panas terkait Pemilu 2009 itu berawal dari sentilan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto ke Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hasto kala itu membandingkan rapat era Jokowi dengan SBY.

Dia menyebut rapat Jokowi selalu diakhiri dengan pengambilan sebuah keputusan. Hal itu, kata Hasto, berbeda dengan pemerintahan 10 tahun sebelumnya yang terlalu banyak rapat tapi tidak mengambil keputusan. Seperti diketahui, sebelum Jokowi, SBY menjadi Presiden RI selama 10 tahun.

Tak terima, Demokrat melalui elitenya, Kamhar Lakumani, balas menyerang. Sindiran berbalas sindiran pun dilontarkan Hasto dan Kamhar. Buntutnya, Hasto menyinggung soal Pemilu 2009.

Ada Kecurangan Masif

Hasto menuturkan secara kualitatif terjadi kecurangan secara masif saat Pemilu di era SBY. Dia mengatakan ada manipulasi pada data daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2009.

"Kemudian aspek kualitatifnya, bagaimana penyelenggaraan pemilu. Pada 2009 itu kan kecurangannya masif, dan ada tokoh-tokoh KPU yang direkrut masuk ke parpol hanya untuk memberikan dukungan elektoral bagi partai penguasa. Ada manipulasi DPT dan sebagainya," kata Hasto di DPP PDI Perjuangan, Sabtu (23/10/2021).

Hasto pun menyebut perlu ada kajian akademis agar perbandingan kinerja antara SBY dan Jokowi menjadi objektif. Dia kemudian menawarkan beasiswa kepada siapa pun yang bersedia mengkaji kinerja kepemimpinan SBY dengan Jokowi.

"Saya pribadi menawarkan beasiswa bagi mereka yang akan melakukan kajian untuk membandingkan antara kinerja dari Presiden Jokowi dan Presiden SBY. Sehingga tidak menjadi rumor politik, tidak jadi isu politik, tapi berdasarkan kajian akademis yang bisa dipertanggungjawabkan aspek objektivitasnya," ujarnya.

Belum Move On

Membalas serangan Hasto, Kamhar menyebut politikus PDIP itu belum move on dari kekalahan. Menurutnya, Hasto hanya ingin mengalihkan topik. Kamhar juga menyebut Hasto tak memiliki integritas membicarakan netralitas KPU dalam pemilu di era SBY.

"Apalagi Hasto kembali mengalihkan topik dari polemik tentang pengambilan keputusan Presiden Jokowi dan presiden pendahulunya ke persoalan Pemilu 2009. Hasto gagal move on untuk menerima kenyataan Paslon yang diusung partainya kalah telak saat Pilpres dalam satu putaran," ujar Kamhar dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/10/2021).

"Publik masih ingat kontestasi Pilpres 2009 diikuti 2 incumbent, selain Pak SBY juga ada Pak JK yang berpasangan dengan Pak Wiranto. Jadi tak mungkin menggunakan pendekatan kekuasaan. Hasil-hasil survei dari seluruh lembaga survei juga tak jauh berbeda dengan hasil Pemilu saat itu yang memenangkan SBY-Boediono. Jadi Hasto tak usah buat argumen yang ngawur dan sok intelek tapi tak punya justifikasi, hanya ilusi," tuturnya.

Bagaimana sih hasil Pemilu 2009 yang diperdebatkan Hasto vs Kamhar?

Simak hasil Pemilu 2009 di halaman selanjutnya.