Round-Up

Sentilan PDIP soal Rapat Era SBY Dibalas Demokrat Pamer Capaian

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 23 Okt 2021 05:45 WIB
detikcom saat wawancara khusus dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kuningan, Jakarta.
SBY (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

PDIP dan Partai Demokrat kembali terlibat saling sindir. Rapat era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jadi topik utama keduanya.

Semua berawal saat Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto membuka webinar bertajuk 'Penganggaran Desa Wisata Perancangan Kebijakan Penganggaran Desa Wisata', yang digelar di kantor DPP PDIP, Kamis (21/10/2021). Hasto awalnya menggambarkan kepemimpinan Jokowi.

"Berbagai apresiasi sudah diberikan kepada Presiden Jokowi, dan kita sebagai partai pengusung pun ikut bangga bagaimana kepemimpinan Pak Jokowi yang turun ke bawah, melihat akar persoalan pokok dari COVID-19 dan kemudian mencari solusi menyeluruh dimulai dari refocusing anggaran, kebijakan yang menyeimbangkan antara pembatasan sosial dan pertumbuhan ekonomi serta terdepan dalam pengadaan vaksin," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulisnya.

Jokowi, dalam penilaian Hasto, punya kelebihan dibandingkan Presiden RI sebelumnya. Dia menyebut Presiden RI 10 tahun lalu terlalu banyak mengadakan rapat, namun tidak mengambil keputusan.

"Pak Jokowi punya kelebihan dibanding pemimpin yang lain. Beliau adalah sosok yang turun ke bawah, yang terus memberikan direction, mengadakan ratas (rapat kabinet terbatas) dan kemudian diambil keputusan di rapat kabinet terbatas. Berbeda dengan pemerintahan 10 tahun sebelumnya, terlalu banyak rapat tidak mengambil keputusan," sebutnya.

Hasto menyebut Jokowi berani mengambil keputusan dalam rapat. Keputusan itu kemudian dijabarkan dalam perspektif koordinasi antara pusat dan daerah.

Hasto mencontohkan saat Presiden Jokowi bersama para pembantunya antara lain Menteri Luar Negeri, Menteri BUMN, Menteri Kesehatan, sebagai satu kesatuan tim kesatuan tim negosiator sehingga akhirnya kita bisa mendapatkan vaksin. Tidak hanya itu, bahkan di dalam kerja sama didorong kemampuan nasional untuk mampu memproduksi vaksin. Dilanjutkan percepatan gerakan vaksinasi yang dilakukan seluruh elemen negara, hampir seluruh kementerian, ada yang sangat aktif seperti TNI-Polri, Badan Intelijen Negara yang juga mengambil suatu terobosan vaksinasi door to door. Bahkan, banyak partai politik juga terlibat khususnya PDIP, sebagai partai pengusung utama pemerintah.

Hasto menilai hal itu tidak mungkin terjadi kalau Presiden Jokowi tidak memberikan suatu direction. Hasto mengatakan meskipun banyak yang mengkritik, Jokowi tetap melakukan kerja terbaiknya sebagai kepala negara.

Lihat juga video 'Demokrat Cerita Sulitnya Sampaikan Kritik di Era Pemerintahan Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]