Pemerintah Ajak Santri dan Ulama Berjuang Lawan Pandemi COVID-19

Inkana Putri - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 22:18 WIB
Menkominfo Johnny G Plate
Foto: Agus Tri Haryanto/inet
Jakarta -

Menteri Komunikasi dan Informatika mengajak seluruh pihak, termasuk santri dan ulama untuk bersama melawan pandemi. Johnny mengatakan perjuangan melawan pandemi COVID-19 butuh melibatkan banyak pihak dan elemen masyarakat.

"Peran tersebut di antaranya dilakukan para santri dan ulama yang berkontribusi besar, khususnya dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait disiplin protokol kesehatan dan pentingnya vaksinasi." ujar Johnny dalam keterangan tertulis, Jumat (22/10/2021).

Johnny menjelaskan para santri dan ulama telah berperan aktif dalam memberi contoh kepada masyarakat tentang cara melawan pandemi. Hal ini mulai dari memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak hingga melakukan vaksinasi.

Oleh karena itu, pemerintah mengapresiasi para santri dan ulama yang telah mendukung program pemerintah untuk melawan COVID-19.

"Memperingati hari santri nasional, pemerintah memberikan apresiasi kepada seluruh santri dan juga ulama yang telah bersatu dan bergandengan tangan bersama pemerintah dalam melawan pandemi COVID-19. Santri selalu hadir untuk mendukung perjuangan bangsa, kali ini perjuangan dalam melawan virus COVID-19," jelasnya.

Lebih lanjut Johnny menjelaskan, Hari Santri yang diperingati setiap 22 Oktober mengacu pada Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945. Resolusi ini mencerminkan semangat para santri dan masyarakat untuk mempertahankan NKRI dari ancaman tentara sekutu Belanda dan Inggris (NICA).

Tahun ini, kata Johnny, Hari Santri 2021 diperingati dengan tema 'Santri Siaga Jiwa Raga.' Adapun tema ini merupakan bentuk pernyataan sikap santri Indonesia yang siap membela Tanah Air, mempertahankan persatuan Indonesia, serta mewujudkan perdamaian dunia.

"Siaga jiwa raga menurut Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas merupakan komitmen santri dalam membela tanah air yang lahir dari santun, rendah hati, pengalaman juga tempaan santri selama di pesantren," katanya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Ä°drisiyyah Tasikmalaya Ustaz Ahmad Tazakka Bonanza mengatakan upacara Hari Santri Nasional dilakukan untuk meneladani para santri dan kiai terdahulu yang selalu berjuang untuk Indonesia. Layaknya santri dan kiai terdahulu, saat ini pondok pesantren juga perlu berjuang mendidik santri.

"Para kiai dan alim ulama terdahulu tidak berpangku tangan dan selalu ikut berjuang membebaskan bangsa Indonesia dari penjajahan. Begitu pun di masa pandemi saat ini, pondok pesantren terus berjuang dan tidak berhenti dalam melakukan pendidikan kepada para santri," ujarnya.

Di tengah pandemi, pria yang lebih dikenal dengan sebutan Ustaz Aka ini mengakui tantangan bagi santri semakin berat dan dimensinya juga semakin berubah. Apalagi, di era digitalisasi dan keterbukaan informasi tantangan berdakwah, berkarya, maupun pendidikan juga ikut berubah

"Maka santri diharapkan memiliki banyak kemampuan dan mampu beradaptasi dengan teknologi, dengan kemajuan informasi sehingga santri tidak gagap dan menjadi yang terdepan dalam membangun bangsa," pungkasnya.

(fhs/ega)