Golkar Apresiasi Upaya Jokowi-Ma'ruf Kendalikan Pandemi COVID-19

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 22:17 WIB
Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi Golkar, Emanuel Melkiades Laka Lena
Foto: Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi Golkar, Emanuel Melkiades Laka Lena (Karin-detik)
Jakarta -

DPP Partai Golkar mengapresiasi Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam mengendalikan pandemi selama 2 tahun ini. Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan Jokowi dan Ma'ruf telah berhasil menjawab tantangan pandemi dengan baik. Hal ini terlihat dari terkendalinya kondisi COVID-19 di Indonesia.

"Kasus dan kematian yang dikonfirmasi setiap hari telah menurun tajam. Secara total terdapat 96,23% kasus COVID-19 kini sudah sembuh total. Bahkan terdapat 21% penurunan jumlah kasus dibandingkan minggu sebelumnya serta 32,7% penurunan jumlah kematian dibandingkan minggu sebelumnya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (22/10/2021).

Dibandingkan negara lain, Emanuel menyebut kejadian COVID-19 per 1 juta penduduk di Indonesia tergolong rendah yaitu 3,53 kasus dan angka reproduksi kasus (Rt) sebesar 0,7. Hingga 22 Oktober 2021, kasus aktif telah turun menjadi 15.594 dan kasus meninggal karena COVID-19 telah terkendali.

Sementara soal vaksinasi, Emanuel menilai Pemerintahan Kabinet Indonesia Maju telah berhasil menghadirkan vaksinsi bagi masyarakat Indonesia. Gingga pertengahan Oktober, lebih dari 165 juta dosis COVID-19 telah diberikan.

"Kini tingkat vaksinasi harian dipercepat menjadi 2 juta dosis per hari menggunakan vaksin Sinovac, Sinopharm, AstraZeneca, Moderna, Pfizer, dan Janssen," katanya.

Berdasarkan Indeks Pemulihan COVID versi NIKKEI pada 30 September lalu, Indonesia berada di peringkat ke-54 atau yang terbaik di Asia Tenggara.
Selain itu, saat ini bed occupation rate (BOR) juga mengalami penurunan di 21 Oktober 2021. BOR RS turun menjadi 11% dari sebelumnya 13%. BOR TT COVID-19 turun menjadi 35% dari 42%. BOR TT Isolasi menjadi 34%, dan BOR Intensif turun menjadi 49%.

Emmanuel menyebut capaian ini tentu tak lepas dari strategi Pemerintahan Kabinet Indonesia Maju di bidang kesehatan. Salah satunya melalui kebijakan PSBB. Dalam hal ini, pemerintah daerah juga dilarang menerapkan kebijakan sendiri-sendiri di wilayahnya, yang tidak sesuai dengan protokol pemerintah Pusat.

"Presiden memastikan bahwa langkah-langkah tersebut telah diperhitungkan dan disesuaikan dengan kondisi yang ada di Indonesia (kondisi geografis, demografi, karakter budaya, kedisiplinan, maupun kemampuan fiscal)," paparnya.

Selain itu, upaya ini juga diwujudkan melalui penerbitan UU Nomor 2 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi COVID-19. Hal ini bertujuan untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat, baik dari aspek keselamatan jiwa, kesehatan, maupun kehidupan sosial dan perekonomian.

Adapun kebijakan tersebut, terutama kebijakan di bidang keuangan negara telah didasarkan pada asesmen dan menggunakan data faktual dampak ancaman COVID-19 bagi masyarakat dan negara.

Di samping itu, pemerintah juga melakukan transformasi sistem kesehatan 2021- 2024. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tersebut tertuang dalam 6 pilar transformasi. Keenam aspek transformasi tersebut dibagi menjadi dua kategori, yakni kategori program utama sebanyak tiga aspek transformasi, Serta tiga aspek lainnya masuk dalam kategori enabler mendasar.

"Oleh karena itu, DPP Partai Golkar terus memberikan dukungan pada Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf dalam Pengendalian Pandemi Covid-19 dan juga transformasi system kesehatan di Indonesia," pungkasnya.

(akn/ega)