Hari Santri, Pemerintah Diminta Perhatikan Pesantren Tradisional

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 17:43 WIB
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti
Foto: Dok. DPD RI
Jakarta -

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta pemerintah untuk meningkatkan kepedulian terhadap pondok pesantren. Menurutnya, banyak pondok pesantren yang perlu perhatian dari segi fasilitas.

"Saya meminta agar pemerintah meningkatkan kolaborasi dengan terus memberikan perhatian kepada kalangan santri dan lembaga-lembaga pondok yang belum dapat berkembang secara maksimal," kata LaNyalla dalam keterangan tertulis, Jumat (22/10/2021).

Senator asal Jawa Timur itu mengatakan Hari Santri Nasional tahun ini diperingati dengan jargon 'Santri Siaga Jiwa dan Raga'. Dia menjelaskan jargon ini merupakan identitas nasionalisme yang dimiliki para santri di seluruh Indonesia.

"Para santri harus selalu siap siaga untuk menyerahkan jiwa dan raga guna membela Tanah Air, mempertahankan persatuan Indonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia," ujarnya.

Sikap santri yang tertuang di dalam jargon tersebut bukan tanpa alasan. Menurut LaNyalla, sikap ini dimiliki santri sejak zaman dahulu bahkan sebelum bangsa Indonesia merdeka.

"Sikap ini yang mengantarkan kalangan santri dan ulama berjuang mengusir penjajah. Komitmen yang membanggakan ini harus selalu menjadi kekuatan para santri di dalam eksistensinya membangun peradaban bangsa," tegasnya.

Di sisi lain dia menyayangkan kondisi santri di pondok pesantren yang hidup dalam lingkungan minim fasilitas. "Utamanya hal-hal yang bersifat teknis, seperti masih minimnya fasilitas kesehatan dan akomodasi yang layak," tuturnya.

LaNyalla mengatakan masih banyak pondok pesantren tradisional yang memberikan pengajaran terhadap para santri dengan berbagai keterbatasan. Tidak hanya minimnya fasilitas pendidikan berupa ketersediaan kitab-kitab, tapi juga minim fasilitas pondokan serta sanitasi lingkungan.

"Saya mendorong pemerintah untuk memberikan bantuan kitab-kitab klasik, dukungan terhadap bantuan fisik untuk kelayakan pondokan serta fasilitas kesehatan," kata dia.

LaNyalla melanjutkan penyakit yang umum diderita para santri di dalam pondok tradisional adalah gatal-gatal atau penyakit Scabies. "Penyakit ini banyak dialami oleh santri di seluruh Indonesia," tutur dia.

Menurutnya, penyakit ini kemungkinan disebabkan oleh minimnya fasilitas pondok. "Pemerintah sudah selayaknya memikirkan dan mendukung pendidikan pondok untuk meningkatkan kualitas hidup para santri," pungkasnya.

(akd/ega)