detikcom Do Your Magic

Sengkarut Sampah Kali Jambe: Bangunan Liar-Buang Sampah Sembarangan

Marteen Ronaldo Pakpahan - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 17:01 WIB
Sampah rumah tangga menutupi aliran kali di Jatimulya, Tambun, Kabupaten Bekasi, Senin (18/10/2021). Begini penampakannya.
Sampah di Kali Jambe, Kabupaten Bekasi (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Bekasi -

Sampah di Kali Jambe sudah sering disingkirkan, namun masalah muncul terus. Problem jorok, bau, dan bikin banjir ini adalah hasil jalinan pelbagai masalah di Bekasi.

Ketua Forum Kali Jambe, Shadiq Helmi, menganalisis hal ini. Masalah terbaru, sampah menumpuk dan menyumbat Kali Jambe yang berada di Jatimulya, RT 07 RW 08, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Menurutnya, masalah sampah di kali yang berada di belakang rest area Km 19 Tol Jakarta-Cikampek ini disebabkan oleh beberapa faktor yang membuat hal tersebut tampak semrawut.

"Saya mulai dari hulunya dulu deh, hulunya itu Sumur Batu dan Bantargebang, kemudian Kali Jambe ini terdapat bangunan liar yang ada di sempadan, kemudian juga banyak pedagang-pedagang yang beraktivitas di dekat kali. Kemudian juga banyak warga yang membuang sampah atau TPS sementara di sana," katanya saat dihubungi oleh detikcom, Jumat (22/10/2021).

Akibat faktor tersebut, kondisi Kali Jambe dan masyarakat yang berada di sana makin memprihatinkan.

Apalagi, menurutnya, pembuangan sampah yang kerap terjadi, tidak lepas dari kesalahan pola masyarakat yang berada dekat kali tersebut.

"Kenapa mereka membuang sampah di sana karena tidak ada TPS, kenapa tidak ada TPS karena tidak ada perhatian dari pemerintah setempat, kenapa ada TPS liar di dekat bantaran kali, karena tidak ada pengawasan dari pemerintah," tutur Shadip Helmi menjelaskan sengkarut masalah ini.

Di lain sisi, ternyata menurut dia terdapat beberapa permasalahan teknis lainnya, seperti bocornya dua TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) sampah yang kemudian mencemari sungai.

Maka, hal tersebut dapat memicu sampah dari TPA Bantargebang dan TPA Burangkeng terbawa hingga ke Kali Jambe.

"Yang bisa dilakukan sekarang apa, ya warga paling cuma bisa teriak sama menginformasikan agar tidak membuang sampah sembarangan, kemudian juga telah dipasang beberapa titik jaring," katanya.

Kendati beberapa cara telah dilakukan, seperti memasang jaring dan membersihkan kali dengan alat berat, keadaan di Kali Jambe tidak langsung beres begitu saja.

"Tetap saja sampah yang berada di bantaran kali ketika hujan itu terseret dan tersapu oleh hujan dan kembali menumpuk di bawah," jelasnya.

Sampah di Kali Jambe, Jatimulya, Kabupaten Bekasi, 22 Oktober 2021. (Marteen Ronaldi Pakpahan/detikcom)Sampah di Kali Jambe, Jatimulya, Kabupaten Bekasi, 22 Oktober 2021. (Marteen Ronaldi Pakpahan/detikcom)

Cara taktis untuk dapat menekan sumbatan air di Kali Jambe tentu saja dengan cara pengangkutan sampah. Pembersihan sudah pernah dilakukan.

"Kita bersihkan dan kita buang ke TPA Burangkeng yang kapasitasnya 26 ribu yang satu hari itu 7.000 ton sampah masuk kesana, kita juga lemparkan ke Sumur Batu, tetapi kan tidak banyak juga karena di sana sudah over juga," tegasnya.

"Kendalanya karena disana kan ada bangunan liar dan juga tempat RPH (rumah pemotongan hewan) Jatimulya yang sulit sekali untuk di akses mengangkut sampah yang di sana," katanya.

(dnu/dnu)