20 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, Kondisi Masjid di Selayar Ini Memprihatinkan

Hermawan Mappiwali - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 13:57 WIB
Masjid Miftahul Khaer di Dusun Benteng Pancasila, Desa Bontona Saluk, Kecamatan Bontomatene, Selayar kondisinya meprihatinkan usai 20 tahun tak direnovasi. (dok. Istimewa)
Foto: Masjid Miftahul Khaer di Dusun Benteng Pancasila, Desa Bontona Saluk, Kecamatan Bontomatene, Selayar kondisinya meprihatinkan usai 20 tahun tak direnovasi. (dok. Istimewa)
Selayar -

Sebuah masjid di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), mencuri perhatian banyak orang setelah kondisinya yang memprihatinkan. Atap hingga plafon masjid itu kini bocor-bocor setelah 20 tahun tak direnovasi, yakni sejak masjid tersebut pertama kali dibangun.

Masjid yang dinamakan masjid Miftahul Khaer tersebut terletak di Dusun Benteng Pancasila, Desa Bontona Saluk, Kecamatan Bontomatene, Selayar. Pengurus masjid, Asyanto mengungkapkan betapa buruk dan rawannya kondisi bangunan masjid tersebut.

"Kalau ada hujan itu masuk di masjid. Seng masjid bocor mi, plafonnya rusak semua mi karena lama mi itu masjid. Perkiraan 20 tahun tidak pernah dikerja-kerja tidak ada perubahan," ujar Asyanto kepada detikcom, Jumat (22/10/2021).

Masjid Miftahul Khaer di Dusun Benteng Pancasila, Desa Bontona Saluk, Kecamatan Bontomatene, Selayar kondisinya meprihatinkan usai 20 tahun tak direnovasi. (dok. Istimewa)Foto: Masjid Miftahul Khaer di Dusun Benteng Pancasila, Desa Bontona Saluk, Kecamatan Bontomatene, Selayar kondisinya meprihatinkan usai 20 tahun tak direnovasi. (dok. Istimewa)

Asyanto yang juga sebagai kepala dusun setempat itu mengatakan sudah satu tahun belakangan mengupayakan agar masjid itu bisa direnovasi. Namun apa daya, upayanya tersebut hingga kini masih sebatas rencana.

"Kan saya ini baru-baru masuk sebagai kepala dusun di sini. Perkiraan saya itu baru 1 tahun, itu saya jabat itu kepala dusun. Jadi pas waktu saya setahun ini kalau ada masyarakat selalu saya usulkan," kata dia.

Masjid Miftahul Khaer di Dusun Benteng Pancasila, Desa Bontona Saluk, Kecamatan Bontomatene, Selayar kondisinya meprihatinkan usai 20 tahun tak direnovasi. (dok. Istimewa)Foto: Masjid Miftahul Khaer di Dusun Benteng Pancasila, Desa Bontona Saluk, Kecamatan Bontomatene, Selayar kondisinya meprihatinkan usai 20 tahun tak direnovasi. (dok. Istimewa)

Asyanto juga mengaku sudah berulangkali mengusulkan renovasi masjid tersebut saat musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) desa. Namun usulan itu tak pernah diterima.

"Kalau di Pemerintah desa Pak setiap ada rapat, musrenbang saya kasih naik tapi tidak pernah terealisasi Pak," katanya.

Asyanto juga mengaku tidak paham usulan renovasi masjid itu ditolak. Padahal usulan yang ia maksud merupakan kepentingan orang banyak.

"Saya juga tidak tahu (kenapa ditolak). Karena setiap ada rapat saya usulkan itu, tapi tidak pernah, na (sementara) ini niat, bukan apa-apa Pak, bukan untuk pribadi," katanya.

Masjid Miftahul Khaer di Dusun Benteng Pancasila, Desa Bontona Saluk, Kecamatan Bontomatene, Selayar kondisinya meprihatinkan usai 20 tahun tak direnovasi. (dok. Istimewa)Foto: Masjid Miftahul Khaer di Dusun Benteng Pancasila, Desa Bontona Saluk, Kecamatan Bontomatene, Selayar kondisinya meprihatinkan usai 20 tahun tak direnovasi. (dok. Istimewa)

Selain kondisi atap masjid yang bocor, lanjut Asyanto, terdapat sebuah bangunan di sisi masjid yang mengalami kerusakan berat usai ditimpa pohon.

"Padahal rencana itu Pak, mau sekali kami kasi jadi tempat untuk anak-anak belajar mengaji," kata Asyanto.

Namun upaya perbaikan atap dan plafon bocor, dan juga tempat anak-anak belajar mengaji itu masih dipendam Asyanto. Dia mengatakan, pihak masjid membutuhkan setidaknya Rp 50 juta untuk biaya perbaikan masjid.

"Tapi sejauh ini kami cuma punya Rp 8 juta Pak, jadi itu masih belum bisa," ungkap Asyanto.

Asyanto juga mengungkapkan, dirinya sendiri merasa malu karena kondisi rumah ibadah yang dalam kondisi memprihatinkan itu. Dia berharap, tangan-tangan dermawan dapat menjadi solusi bagi kondisi masjid tersebut.

"Apa di, malu ki karena kalau ada orang sembahyang kalau hujan masuk mi air. Ambil ki lagi anu Pak, ember itu karena bocor," pungkas Asyanto.

(nvl/imk)