Round-Up

Masker Silang Haris Azhar-Fatia Kala Mediasi dengan Luhut Tertunda

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 05:02 WIB

Luhut Siap Buka-bukaan di Pengadilan

Luhut ditantang oleh Haris Azhar untuk membuka data, jika dirinya merasa tidak pernah memiliki tambang di Papua. Menjawab hal itu, Luhut menyatakan siap buka-bukaan data di pengadilan untuk membuktikan tudingan Haris Azhar-Fatia Maulidiyanti itu tidak benar.

"Jadi saya juga tidak ingin anak-cucu saya merasa bahwa saya sebagai orang tua, kakeknya membuat kecurangan di Papua yang saya tidak pernah lakukan. Jadi biarlah dibuktikan di pengadilan. Nanti kalau saya salah ya dihukum, nanti kalau yang melaporkan itu salah ya dia dihukum. Kita kan sama di mata hukum," terang Luhut.

Haris Akan Buka Data di Pengadilan

Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti menolak meminta maaf kepada Luhut terkait tudingan soal bisnis tambang di Papua. Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti justru mengatakan akan membuka seluas-luasnya data soal tambang Blok Wabu Papua.

"Tentu penggunaan upaya hukum ini, baik perdata atau pun pidana bagi kami jelas ini sebagai sebuah judicial harassment dan di satu pihak ini sangat disayangkan, tapi di pihak yang sama ini adalah kesempatan justru bagi kita untuk membuka seluas-luasnya data mengenai dugaan keterlibatan atau jejak dari LBP di Papua dalam Blok Wabu," kata pengacara Haris Azhar, Nurkholis dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube KontraS pada Rabu (22/9).

Haris Azhar dan Fatia pun menantang Luhut membuka data dan memberikan penjelasan ke publik jika tudingan itu tidak benar.

"Data yang kami maksud adalah laporan koalisi NGO's pada halaman 16 dan 18 menyebut jejak keterkaitan (tidak langsung) LBP dengan West Wits Mining via Tobacom Del Mandiri-PT. Toba Sejahtera Group," ujar Nurkholis saat dihubungi detikcom, Kamis (23/9).


(mea/mea)