Anies: Indonesia Terlalu Besar untuk Bekerja Sendiri-sendiri

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 23:19 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meletakkan batu pertama untuk pembangunan Masjid At-Tabayyun Jakbar. Anies dan jemaah kemudiaan melaksanakan salat Jumat.
Anies Baswedan (Foto: Andhika Prasetia/Detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, bicara soal kerja sama antardaerah yang dilakukan Pemprov DKI. Dia mengatakan Indonesia terlalu besar jika tiap daerah bekerja sendiri-sendiri.

"Indonesia terlalu besar untuk kita bekerja sendiri-sendiri. Pemerintahan Pusat telah menjalankan berbagai macam program. Nah, kita di daerah mendukung dengan percepatan ekonomi melalui kerja sama antardaerah," kata Anies dalam keterangannya, Kamis (21/10/2021).

Anies mengatakan Pemprov DKI bekerja sama dengan Pemkab Gorontalo dalam peningkatan pelayanan publik. Selain itu, Pemprov DKI juga bekerja sama dengan Pemkab Blitar dalam penyediaan kebutuhan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Melalui hal ini kita berharap bisa berjalan bersama secara berkelanjutan, dengan saling memberikan manfaat," ujarnya.

Dia berharap pengelolaan kerja sama dijalankan dengan mekanisme pasar yang baik. Anies mengatakan hal itu dibutuhkan agar kerja sama antardaerah terus bergulir dalam jangka waktu lama.

"Jadi kami mendorong BUMD sebagai ujung tombak penyedia supply, sedangkan SKPD bertugas sebagai pengajuan demand. Sehingga stabilitas porsi kerja berjalan sesuai jalurnya. Inilah mekanisme pasar yang kita inginkan. Semoga kita di Jakarta, Blitar dan Gorontalo bisa saling merasakan manfaat. Kita juga bisa mewujudkannya secara nyata, melalui kerja sama yang berlandaskan keadilan sosial," jelasnya.

Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo, menyambut baik kerja sama ini. Dia mengatakan situasi pandemi COVID-19 membuat sistem perekonomian di daerah mengalami perubahan signifikan.

"Potensi antardaerah sangat penting untuk kolaborasi antardaerah dalam memenuhi kebutuhan, terutama dalam menghadapi situasi pandemi. Potensi kita di bidang pertanian, khususnya jagung. Lalu kita peternakan sapi dikembangkan, ini bisa menjadi awal kerja sama kita dengan DKI," ujar Nelson.

Bupati Blitar, Rini Syarifah, mengatakan kerja sama antardaerah bisa menjadi ajang diskusi agar masing-masing Pemda bisa menguatkan potensi wilayahnya. Dia mengatakan hal tersebut bisa menimbulkan hubungan timbal balik yang positif.

"Kita butuh kerja sama untuk menghadapi berbagai permasalahan, seperti ternak di wilayah kami di Blitar, yakni kebutuhan pakan berbasis jagung. Kita juga fokus mengembangkan hasil olahan ternak seperti telur dan budi daya ikan koi. Kami berharap potensi kerja sama daerah ini tidak hanya memfokuskan ciri khas daerah masing-masing, namun bisa saling bertukar produk," ucap Rini.

Sebagai informasi, kerja sama antardaerah ini disepakati secara simbolis melalui penandatanganan MoU oleh ketiga pimpinan daerah. Kegiatan ini dihadiri oleh Sekda DKI Jakarta, Marullah Matali, beserta jajaran, jajaran Pemkab Gorontalo serta jajaran Pemkab Blitar.

(haf/haf)