Crane Proyek IPAL di Pekanbaru Amblas, 5 Hari Belum Bisa Dievakuasi

Raja Adil Siregar - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 15:07 WIB
Sebuah crane yang digunakan pada proyek instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Pekanbaru, Riau amblas. Akibatnya, jalan yang menjadi akses warga terganggu. (Raja Adil/detikcom)
Foto: Sebuah crane yang digunakan pada proyek instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Pekanbaru, Riau amblas. Akibatnya, jalan yang menjadi akses warga terganggu. (Raja Adil/detikcom)
Pekanbaru -

Sebuah crane yang digunakan pada proyek instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Pekanbaru, Riau amblas. Akibatnya, jalan yang menjadi akses warga terganggu.

Pantauan detikcom, crane amblas terjadi di Jalan Payung Sekaki. Terlihat bagian kanan alat berat amblas saat perjalanan menuju lokasi proyek IPAL di Tenayan Raya.

Sudah 5 hari, alat berat menutup total jalan Payung Sekaki. Ada pula 2 alat berat lain di lokasi berupaya melakukan evakuasi untuk mengangkat crane keluar dari lokasi.

Selama proses evakuasi, terlihat dua alat berat berusaha memasukkan batang kelapa dan pelat besi untuk tumpuan. Namun saat batang kelapa dimasukkan, getaran tanah terasa hingga rumah yang tak jauh dari lokasi.

"Ini kalau alat bergerak mau evakuasi pasti bergetar semua. Tadi mau ditarik juga tidak bisa karena sudah tenggelam sebagian di sini," terang warga, Hendri saat ditemui di lokasi, Kamis (21/10/2021).

Akibat crane amblas, jalan menuju rumah susun sewa (rusunawa) itu rusak parah. Bahkan tidak bisa dilalui kendaraan sama sekali.

"Sudah 5 hari alat berat crane itu amblas di tengah jalan kami. Aktivitas warga sangat terganggu," terang Ketua Karang Taruna Kelurahan Rejosari, Widde Munadir Rosa.

Widde mengeluhkan aktivitas crane yang tak berkomunikasi dengan pemerintahan bawah seperti Ketua RT, RW, dan karang taruna setempat. Hingga akhirnya, alat kontraktor pelat merah tersebut amblas di tengah jalan.

Sebuah crane yang digunakan pada proyek instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Pekanbaru, Riau amblas. Akibatnya, jalan yang menjadi akses warga terganggu. (Raja Adil/detikcom)(Raja Adil/detikcom)

"Tidak ada koordinasi dengan warga, jadi kalau sudah begini, jalan rusak, aksesnya terputus kan warga yang susah. Apalagi sudah 5 hari dan semakin tenggelam itu," katanya.

Pelaksanaan proyek stasiun pompa IPAL sendiri berada di di Bambu Kuning. Tapi alat berat kerap melalui jalan di kelurahan lain.

Menurut Widde, alat berat itu seharusnya diturunkan di lokasi tujuan. Namun alat berat yang datang pada Minggu (17/10) itu diturunkan di tengah jalan Karya Bakti dan dijalankan manual melewati Jalan Payung Sekaki.

Kondisi tanah yang labil dan musim hujan membuat alat berat amblas. Sebab lokasi yang dilalui juga merupakan tanah kuning timbunan lahan gambut.

"Ini lahan gambut, labil tanah. Makanya itu ada rumah-rumah warga retak juga karena alat berat lewat. Getarannya kuat ini," ucap Widde.

Tak jauh dari lokasi crane amblas, terlihat plang pipa gas melintang di jalanan yang masih tanah. Warga khawatir crane amblas saat melewati pipa gas.

Simak juga 'Crane Roboh di Depok, Kekhawatiran Warga yang Jadi Kenyataan':

[Gambas:Video 20detik]



(ras/jbr)