Kaji Solusi Banjir di Medan Belawan, Gubsu: Warga atau Rob yang Salah?

Ahmad Arfah Fansuri - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 14:47 WIB
Gubsu Edy Rahmayadi usai bahas penyelesaian banjir rob di Medan Belawan (Ahmad Arfah/detikcom)
Gubsu Edy Rahmayadi setelah membahas penyelesaian banjir rob di Medan Belawan. (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi mengatakan akan mengkaji langkah-langkah penyelesaian banjir rob di Medan Belawan. Edy mengatakan ada dua hal yang harus dikaji terkait hal itu.

"Yang salah orangnya yang menempati di situ, atau robnya yang datang dari laut, ini yang sedang kita pelajari," kata Edy di rumah dinas Gubsu, Medan, Kamis (21/10/2021).

Edy mengatakan banjir rob ini masuk kategori bencana alam. Untuk itu, menurut Edy, banyak hal yang harus dikaji dalam menyelesaikan banjir ini.

Edy mengatakan pada kondisi saat ini, satu-satunya cara untuk mengatasi rumah warga terdampak banjir rob adalah pembangunan tanggul. Tanggul itu harus dibangun sesuai dengan wilayah yang ada di sekitar perairan Belawan.

"Dia harus pasang tanggul, tanggul itu sepanjang Medan bagian utara. Ditanggul sehingga untuk menghambat air rob laut masuk ke penduduk," ujar Edy.

Edy mengatakan pembangunan tanggul ini juga harus dikaji. Kajian dilakukan untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab dalam pembangunan tanggul ini.

"Tapi itu pekerjaannya siapa, provinsi kah, atau kerjaan pusat, nanti kita pelajari," jelasnya.

Seperti diketahui, banjir rob sudah sering terjadi di wilayah Medan Belawan. Sejumlah warga Medan Belawan juga sempat melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubsu untuk meminta penanganan banjir rob.

Aksi itu digelar oleh FABB di depan kantor Wali Kota Medan, Senin (18/10) sore. Massa menyebut zona penyangga Medan Belawan telah berubah fungsi.

"Begini, Pak Bobby, Belawan itu adalah kota zona utama karena sumber perekonomian maupun Sumut ada di situ, bahkan pintu masuk ekonomi Indonesia bagian barat. Kondisinya cukup memprihatinkan, karena rusaknya zona penyangga yang ada, yakni zona penyangga internal dan eksternal," kata koordinator aksi, Khairil.

"Zona penyangga internal itu ada di Kelurahan Pulau Sicanang, Bagan Deli, Belawan Bahari yang sudah beralih fungsi untuk tambak dan depo-depo sehingga tidak jelas batas wilayah-wilayah sepadan sungainya. Sementara zona penyangga eksternal itu masuk Deli Serdang. Di situ beralih fungsi menjadi ratusan hektare kebun sawit dan pertambakan," imbuhnya.

Khairil berterima kasih pemerintah telah mengajukan detail engineering design (DED) ke Kementerian PUPR. Dia meminta secepatnya direstorasi agar warga tak terdampak banjir.

(jbr/jbr)