Pria di Wajo Sulsel Diciduk Polisi Usai Ancam Sebar Video Bugil Mantan

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 14:43 WIB
“Semalam sudah diperiksa 4 siswa dengan orang tuanya, mereka mengaku dikirimi berbagi gambar porno,” ujar Hendy.

Sejauh ini polisi belum menemukan indikasi adanya tindak asusila terhadap 4 siswi yang dikirimi chat porno. Namun polisi masih melakukan pendalaman.
        
“Hingga tadi malam, dari keempat siswi yang kita periksa masih sebatas dikirim chat porno. Apabila dalam perkembangan penyidikan ada korban yang mendapat perilaku menyimpang, maka kita berikan trauma healing,” tutur Hendy.
Ilustrasi (Fuad/detikcom)
Wajo -

Pria inisial MS (33) di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditangkap polisi akibat mengancam menyebarkan video bugil mantan pacarnya. Pelaku melakukan aksinya dengan harapan bisa kembali berpacaran dengan korban.

"Motifnya supaya kembali pacaran lagi," kata Kapolres Wajo AKBP Muhammad Islam Amrullah saat dimintai konfirmasi, Kamis (21/10/2021).

MS ditangkap di Kelurahan Bocco, Kecamatan Takalalla, Wajo, Senin (11/10). Terduga pelaku disebut memang melarikan diri setelah dilaporkan ke polisi oleh orang tua korban.

"Pelaku bersembunyi di salah satu rumah keluarganya," katanya.

Menurut Islam, pelaku dan korban memang pernah berpacaran. Keduanya beberapa kali melakukan video call bugil. Tak disangka, MS merekam video call tersebut, yang lantas digunakan untuk mengancam saat korban memilih putus hubungan.

"Lelaki MS dan perempuan D pacaran, kemudian sering melakukan video call bersama di media sosial WhatsApp dan tanpa sadar bahwa pada saat melakukan video call, lelaki MS merekam layar video bugil tersebut," beber Islam.

Pengancaman video bugil tersebut tak hanya dilakukan MS kepada korban, tapi juga kepada kedua orang tua korban.

"Lelaki MS juga mengancam ke orang tua korban," katanya.

Selain karena ingin meminta balikan, lanjut Islam, terduga pelaku disebut kerap melakukan pemerasan dengan meminta sejumlah uang kepada korban. Namun, untuk modus ini, polisi masih mendalaminya.

"Kalau motif ekonomi, masih didalami," pungkas dia.

(hmw/nvl)