Profesor Hukum: Langkah Tegas Kapolri ke Polisi Pelanggar Beri Dampak Positif

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 08:57 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Dok Polri)
Foto: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Dok Polri)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kapolda, kapolres hingga kapolsek untuk tidak ragu memecat hingga memproses pidana anggota yang melanggar hukum. Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Pancasila Profesor Agus Surono menilai langkah Kapolri ini memberi dampak positif.

"Saya kira apa yang disampaikan oleh Kapolri dalam rangka melaksanakan prinsip demokrasi," kata Agus kepada wartawan, Rabu (20/10/2021).

Prof Agus Surono mengapresiasi statement Kapolri yang akan menindak tegas oknum aparat yang bersalah. Menurutnya hal itu harus dimaknai bahwa Polri di era Jenderal Sigit saat ini berusaha untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya secara profesional dan berintegritas.

"Hal ini harus direspons secara positif oleh masyarakat bahwa kepolisian berproses untuk melakukan tupoksi secara profesional dan berintegritas sesuai harapan publik," ujarnya.

"Langkah tegas dari Kapolri kepada oknum aparat kepolisian yang melanggar ketentuan peraturan dalam menjalankan tugas nya justru memberikan dampak positif berupa efek jera agar anggota aparat kepolisian lainnya dalam menjalankan tugas, pokok dan fungsinya harus prudent, dan menjalankan hukum sesuai prinsip due prosess of law," sambungnya.

Prof Agus Surono meyakini, apabila perintah Kapolri Jenderal Sigit tersebut bisa dilaksanakan secara konsisten, maka visi dan misi Polri dapat diwujudkan sesuai harapan masyarakat.

Prof Agus Surono menambahkan, penyampaian pendapat oleh masyarakat merupakan bentuk partisipasi mengawasi kinerja Polri. Namun demikian, penyampaiannya juga haruslah bersifat konstruktif.

"Dalam penyampaian kritik harus disampaikan sesuai etika dan budaya bangsa, yaitu tanpa mengabaikan kesopanan dan harus bersifat konstruktif," ucapnya.

Instruksi Kapolri Tindak Tegas Oknum Pelanggar

Seperti diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk memberikan tindakan tegas kepada oknum anggota kepolisian yang melanggar aturan saat menjalankan tugas. Sigit menekankan kepada seluruh kapolda dan kapolres tidak ragu memberi sanksi tegas berupa pidana atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) kepada personel yang tidak menjalankan tugas sesuai dengan aturan.

"Perlu tindakan tegas. Jadi tolong tidak pakai lama, segera copot, PTDH, dan proses pidana. Segera lakukan dan ini menjadi contoh bagi yang lainnya. Saya minta tidak ada kasatwil yang ragu. Bila ragu, saya ambil alih," kata Sigit dalam arahannya kepada jajaran melalui video conference di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (19/10).

Menurut mantan Kapolda Banten ini, perbuatan oknum anggota kepolisian telah merusak marwah dari institusi Polri. Hal itu juga telah mencederai kerja keras dan komitmen dari personel Korps Bhayangkara yang telah bekerja secara maksimal untuk masyarakat.

Sigit mencontohkan kerja keras dan perjuangan anggota Polri yang positif adalah dengan berjibaku melakukan penanganan dan pengendalian pandemi COVID-19. Di antaranya memastikan penyaluran bansos tepat sasaran, melakukan akselerasi vaksinasi, dan memastikan protokol kesehatan (prokes) berjalan dengan baik.

Karena itu, Kapolri Sigit berharap tindakan tegas terhadap oknum polisi yang melanggar aturan dapat memberikan efek jera. Sebab, kelakuan oknum tersebut berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, yang selama ini telah mendapatkan tren positif.

"Saya tidak mau ke depan masih terjadi hal seperti ini, dan kita harus melakukan tindakan tegas. Karena kasihan anggota kita yang sudah kerja keras, yang capek yang selama ini berusaha berbuat baik, terus kemudian hancur gara-gara hal-hal seperti ini. Tolong ini disikapi dengan serius, kemudian lakukan langkah-langkah konkret yang baik," ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Di sisi lain, Kapolri Sigit memberikan apresiasi kepada seluruh personel yang selama ini telah berjuang dan bekerja keras yang menjaga nama baik institusi serta bekerja untuk kepentingan Bangsa Indonesia. Ia berharap perilaku oknum tersebut tak mengendurkan semangat personel yang telah bekerja baik selama ini.

"Saya berikan apresiasi atas kerja keras, tetap semangat, dan yakini apa yang dilakukan di lapangan benar sesuai SOP. Namun, bila ada kesengajaan dan pelanggaran dari oknum yang bisa menjatuhkan marwah institusi, saya minta tak ada keraguan untuk memberikan tindakan tegas," ucap Sigit.

(hri/fjp)