Keluarga Histeris dan Pingsan Lihat Jenazah Sri Wahyuni
Selasa, 18 Apr 2006 19:08 WIB
Jakarta -
Keluarga salah seorang korban tabrakan maut antara KRL Pakuan dan Metromini menangis histeris begitu mengenali jenazah Sri Wahyuni (26). Pihak keluarga bahkan sampai tak sadarkan diri usai melihat jenazah yang terbujur di ruang jenazah RSCM.Begitu turun dari motor, kakak korban, Neli (32) langsung bergegas memasuki kamar jenazah RSCM, Jakarta, Selasa (18/4/2006). Oleh petugas kamar jenazah, Neli langsung ditunjukkan salah satu satu jenazah berjenis kelamin wanita. Neli yang datang bersama suami, adiknya Yuli, dan bibinya Wiwin, langsung dapat mengenali jenazah itu. Mereka pun langsung memanggil nama Sri. "Bener mas ini jenazah Sri," ujar Neli kepada suaminya. Kemudian mereka pun semua berteriak dan menangis histeris. "Allahu Akbar...Lailahailallah...," teriak Neli histeris.Tak lama kemudian, adiknya Neli, Yuli pingsan. Yuli lantas oleh kakak iparnya digotong ke bangku ruang tunggu. Sementara itu, Bibinya berusaha untuk menenangkannya.Tak berselang lama, Neli yang masih berdiri di samping jenazah adiknya itu ikut pingsan. Sehingga dia pun harus dibopong suaminya ke ruang tunggu."Saya pertama kali melihat di TV. Ada kecelakaan kereta api. Saya liat ada kain warna hijau dan disebutkan salah satu yang meninggal Sri Wahyuni," ujar Neli sambil menangis sesenggukan.Neli mengaku dirinya tidak mendapat firasat apa pun. Namun sejak siang, perasaannya sudah tidak enak. "Biasanya Sri naik mikrolet M-16 jurusan Kampung Melayu Pasar Minggu. Tapi kenapa dia naik metromini," sesalnya.Neli menceritakan, sehari-hari almarhum adiknya itu bekerja sebagai guru TK di daerah Pasar Minggu. Selain itu, Sri juga bekerja di Taman Pendidikan Alquran di sekitar rumahnya."Siang tadi dia pulang cepat karena hendak menjaga anak saya," ujar Neli.Menurut rencana, jenazah Sri Wahyuni, anak kedua dari 4 bersaudara ini akan langsung dibawa ke rumah duka di Jl Buaran I RT 4/12 No. 3, Jakarta Timur. Sri akan dibawa usai divisum tim dokter.
(ary/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































