Polisi Periksa 15 Saksi soal Kampus Gelar Kuliah- Cetak Ijazah Ilegal di Sulut

Trisno Mais - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 01:15 WIB
Kampus STTEI di Minut, Sulut
Kampus STTEI Minut (Foto: dok. istimewa)
Manado -

Polisi masih mendalami kasus Sekolah Tinggi Theologia Elohim Indonesia (STTEI), di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara (Sulut), yang mencetak ijazah palsu dan menggelar perkuliahan secara ilegal. Kini sudah ada 15 saksi yang diperiksa.

"Saksi mahasiswa dan juga dosen sebanyak 15 orang," kata Kepala Subdirektorat Tindak Pidana Tertentu Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulawesi Utara (Sulut), Kompol Feri Sitorus, Rabu (20/10/2021).

Sitorus mengatakan sebanyak 70 mahasiswa yang terdaftar di kampus tersebut. Meski begitu, polisi telah melakukan penyitaan ijazah yang tidak sah.

"Dari buka sampai terakhir total mahasiswa 70 -an orang. Sudah ada sekitar 20 ijazah yang diterbitkan di STTEI," kata dia.

Untuk diketahui, harga ijazah yang ditawarkan bervariasi. Ada yang sekira Rp2,5 juta dan ada yang dimintai Rp7,5 juta.

Sebelumnya, Rektor Sekolah Tinggi Theologia Elohim Indonesia (STTEI) Marten alias MK ditangkap polisi. Polisi mengatakan Marten kini berstatus tersangka.

"Hasil gelar perkara kami yaitu Saudara MK kewenangannya sebagai rektor yang bertanggung jawab masalah aktivitas belajar-mengajar yang ilegal dan juga mengeluarkan ijazah tanpa hak," ucap Kepala Subdirektorat Tindak Pidana Tertentu Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulawesi Utara (Sulut), Kompol Feri Sitorus, Rabu (20/10).

Simak juga Video: Polisi Bongkar Sindikat Pemalsu Hasil Swab Corona Hingga Ijazah

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/dwia)