Ketum PPP Cerita Ditanya 'Nomor Piro?' saat Kasih Uang di Vaksinasi Ponorogo

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 00:47 WIB
Ketum PPP Suharso Monoarfa
Ketua Umum (Ketum) PPP Suharso Monoarfa (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta -

Ketua Umum (Ketum) PPP Suharso Monoarfa bercerita mengenai pengalaman lucu saat dirinya berkunjung ke vaksinasi COVID-19 di Ponorogo, Jawa Timur (Jatim). Suharso memberikan uang kepada salah satu orang tua yang dia nilai membutuhkan bantuan, tapi orang tua itu malah menanyakan nomor berapa yang harus dicoblos.

Suharso membeberkan momen itu terjadi saat dirinya bertemu dengan orang tua berusia 86 tahun di vaksinasi door to door di Ponorogo. Orang tua itu harus dibujuk dengan sembako terlebih dahulu supaya mau disuntik vaksin COVID-19.

"Ada orang tua umurnya kira-kira 86, orangnya sangat kecil, kurus. Waktu mau divaksin dia senang. Tapi waktu mau disuntik dia takut. Dia maunya disuntik di bokongnya. Sehingga akhirnya teman-teman dari polisi pegang dia. Akhirnya dibujuk nanti dikasih sembako. Akhirnya divaksin, kasih sembako," ujar Suharso dalam diskusi virtual yang disiarkan oleh PPP, Rabu (20/10/2021).

Setelah memberikan sembako, Suharso juga memberikan orang tua itu sejumlah uang. Namun, reaksi orang tua itu justru membuat Suharso tertawa.

"Setelah itu saya kasih sumbangan uang, karena saya lihat patut dibantu. Saya kasih uang. Waktu saya kasih uang, bapak itu langsung ngomong gini, 'nomor piro?'. Kita ketawa semua," tuturnya.

"Ini bukan jalan legislatif. 'Iyo tak tukune. Nomor piro tak tukune'. Ya allah ya rabbi. Saya bilang, jadi kalau masyarakat yang dalam posisi seperti itu, ini kemudian masuk di pemilihan, ya mungkin benar yang terjadi. Vaksinasi saja kita bantu, dia nanya 'nomor piro?'. 'Tak tunggune'. Saya bilang, 'astaghfirullah, nggak pak. Boten, boten ini'", sambung Suharso.

PPP Tahu Diri di Pilpres 2024

Sementara itu, Suharso turut menyampaikan posisi PPP di Pilpres 2024. Dia menjelaskan PPP tahu diri.

"Kami serius untuk soal elektoral, jadi kami tidak terlalu ramai, kita ini tahu diri mengenai pemimpin 2024. jadi kita ingin elektoral kita, kita perbaiki. Kita ingin membalikan suara-suara PPP yang dipinjam orang lain itu. Bukti pada tahun 1999 dan 2004, PPP pernah menjadi nomor 3. Di 2014, kita juga naik suaranya sebenarnya, tapi hanya menambah 1 kursi di DPR. Kemudian sebelumnya kita juga, sebenarnya yang paling krusial di tahun 2009 dan 2019," terangnya.

Meski demikian, Suharso menegaskan PPP akan mulai kerja elektoral per hari ini. Namun, dirinya tetap tidak terlalu berharap pada suara di pemilu yang akan datang.

"Jadi mudah-mudahan kita bisa mengambil kembali. Dan kami benar-benar melakukan kerja elektoral mulai hari ini. Dan kami minta Eep Saifulloh untuk supervisi sampai di tingkat-tingkat dapil di kabupaten atau kota," kata Suharso.

"Kemudian juga dalam kerja elektoral ke bawahnya juga terbukti di dapilnya. Tapi itu tidak automatically, tidak linier untuk diharapkan kita bisa mendapatkan suara, atau bahkan tambahan suara pada pemilu yang akan datang. Itu memang sesuatu yang perlu kita pelajari," imbuhnya.

Simak juga Video: PPP Bicara Kemungkinan Koalisi dengan NasDem-PAN

[Gambas:Video 20detik]



(drg/dwia)