Sebelum Dihantam KA, Metromini Terobos Palang yang Tertutup

Sebelum Dihantam KA, Metromini Terobos Palang yang Tertutup

- detikNews
Selasa, 18 Apr 2006 18:52 WIB
Jakarta - Pengemudi Metromini S 64, Etrizal, ternyata sempat menerobos palang kereta yang tertutup sebelum bus naas itu dihantam kereta api Ekspres Pakuan yang menuju Bogor.Saat ini kondisi Etrizal masih kritis. Dia dirawat di RSUD Budhi Asih, Jakarta Timur. Kecelakaan itu terjadi pukul 15.00 WIB, Sabtu (18/4/2006).Buyung, sopir tembak Metromini S 64 yang juga rekan Etrizal, mengaku menyaksikan peristiwa naas itu dengan mata kepalanya sendiri. Sebab saat itu ia sedang nongkrong di bawah fly over Kalibata yang selama ini dijadikan base camp sopir tembak.Sebelum kereta Ekpres Pakuan menuju Bogor melintas, sebetulnya sudah ada kereta Ekpres Pakuan yang mengarah ke Kota yang melintas di perlintasan rel kereta api itu.Saat itu, tutur Buyung, bus yang dikemudikan Etrizal ada di antrean pertama. Setelah kereta jurusan Kota melintas, bel tanda kereta akan melintas belum dimatikan, demikian juga dengan palang yang belum dinaikkan.Kernet bus tersebut kemudian turun untuk melihat situasi. Tidak lama kemudian Etrizal memacu kendaraannya dengan menerobos celah yang tidak tertutup palang."Saat di tengah rel tahu-tahu ada kereta ke arah Bogor. Bus langsung dihantam di bagian tengah dan sempat terseret jauh," kata Buyung.Buyung yang mengenal dekat Etrizal langsung mengejar bus yang dikemudikan temannya itu. Ketika sampai di badan bus, ia menyaksikan Etrizal sudah terkulai, namun masih bernafas."Bersama kernet yang selamat saya kemudian bawa Etrizal ke Budhi Asih. Ya teman saya memang melanggar lalu lintas karena saat itu palang pintu masih tertutup," ujar dia.Saat ini tim dokter Budhi Asih yang menangani tiga korban luka parah masih membuat visum. Ketiga korban masih dirawat secara intensif di rumah sakit itu. (umi/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads