Naik Pesawat Wajib PCR, Satgas Ungkap Alasannya

Audrey Santoso - detikNews
Rabu, 20 Okt 2021 20:09 WIB
Ilustrasi pesawat dan bandara
Foto: Ilustrasi pesawat (dok. AP II)
Jakarta -

Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) terbaru menyebutkan kewajiban tes polymerase chain reaction (PCR) bagi pelaku perjalanan antarwilayah dengan pesawat udara. Padahal sebelumnya syarat perjalanan udara cukup hasil tes rapid antigen untuk wilayah Jawa-Bali, dan kewajiban PCR hanya untuk penumpang yang baru vaksin dosis pertama.

Lantas mengapa syarat perjalanan semakin ketat, padahal situasi COVID-19 kian membaik? Satgas COVID-19 menjelaskan aturan memperketat syarat bepergian antarwilayah bentuk kehati-hatian pemerintah terkait penularan COVID-19 saat pembatasan-pembatasan mulai dilonggarkan.

"Kebijakan mobilitas ini diperbaharui, menimbang semakin luas pembukaan operasional sektor sosial kemasyarakatan," kata Jubir Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito kepada detikcom, Rabu (20/10/2021).

"Prinsip kehati-hatian terus diperhatikan," sambung dia.

Berikut bunyi kewajiban PCR calon penumpang pesawat dalam Inmendagri Nomor 53 Tahun 2021 tentang PPKM Level 1-3 di Jawa dan Bali:

p. pelaku perjalanan domestik yang menggunakan mobil pribadi, sepeda motor dan transportasi umum jarak jauh (pesawat udara, bis, kapal laut
dan kereta api) harus:

1) menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama);
2) menunjukkan PCR (H-2) untuk pesawat udara serta Antigen (H-1) untuk moda transportasi mobil pribadi, sepeda motor, bis, kereta api dan kapal laut;
3) untuk sopir kendaraan logistik dan transportasi barang lainnya berlaku sebagai berikut:
a) untuk sopir yang sudah divaksin 2 (dua) kali dapat menggunakan antigen yang berlaku selama 14 (empat belas) hari untuk melakukan perjalanan domestik;
b) untuk sopir yang baru divaksin 1 kali, antigen akan berlaku selama 7 (tujuh) hari; dan
c) untuk sopir yang belum divaksin, harus melakukan antigen yang berlaku selama 1x 24 jam.



Simak Video "18 Negara Boleh Masuk RI, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi"
[Gambas:Video 20detik]