Jalur Evakuasi Merapi Lewat Deles Rusak Parah
Selasa, 18 Apr 2006 18:20 WIB
Klaten - Jalur yang dipersiapkan untuk mengevakuasi penghuni lereng Gunung Merapi melalui daerah wisata Deles, Kecamatan Kemalang, Klaten, rusak parah. Jika Merapi meletus dan warga harus diungsikan secepatnya, maka hampir dipastikan kerusakan tersebut menjadi hambatan serius.Pemkab Klaten memang telah menyiapkan dua pos pengungsian untuk warganya yang tinggal di lereng Merapi. Dua pos itu adalah di halaman SMPN II Kemalang dan di lapangan Desa Dompol. Di Pos Dompol yang berjarak sekitar dua kilometer di bawah dari Pos SMPN II Kemalang, didirikan tenda milik Departemen Sosial.PMI dan SAR Klaten juga mendirikan tenda di Lapangan Sanggrahan di dusun Deles. Lokasi itu cukup strategis karena selain luas, juga dimungkinkan cukup aman dari bahaya letusan. Jarak juga tidak seberapa jauh dari Desa Tegalmulyo, pemukiman tertinggi lereng Merapi di daerah Klaten.Kendala utama evakuasi melalui jalur ini adalah kerusakan jalan yang cukup parah. Dari Tegalmulyo hingga Dompo, dipastikan sulit dikendarai kendaraan roda empat secara lancar dan cepat. Penyempitan bahu jalan karena tingkat kerusakan yang parah tidak memungkinkan dua kendaraan roda empat bersimpangan.Para warga yang tinggal lereng mengaku siap mengungsi secepatnya jika kondisi telah tidak memungkinkan untuk tetap tinggal. Namun mereka juga khawatir kondisi jalan itu menghambat pengungsian. Padahal, jarak Tegalmulyo dengan SMPN II Kemalang tidak kurang dari sebelas kilometer."Kami khawatir jika sewaktu-waktu harus mengungsi namun tidak bisa terangkut oleh kendaraan yang disediakan pemerintah untuk mengangkut warga pengungsi. Kendaraan roda empat tidak akan mungkin bisa berjalan cepat, baik yang naik maupun yang turun," ujar Widodo, warga Deles, Selasa (18/4/2006).Rata-rata warga menyebut penyebab kerusakan adalah truk-truk pengangkut pasir dan batu dari areal penambangan yang banyak terdapat di daerah itu. Hingga kondisi 'Siaga Merapi' ini, penambangan tetap berjalan. Pantauan detikcom, truk pengangkut pasir dan batu selalu hilir-mudik sepanjang hari.Sementara itu, kondisi Merapi pada hari Selasa (18/4/2006) 'cukup tenang'. Dari arah Deles, puncak Merapi tertutup kabut tebal dan dipayungi awan hitam gelap. Sepanjang hari warga tidak merasakan peningkatan aktivitas."Kemarin (Senin) pagi, terdengar gemuruh keras di kepundan selama lebih satu jam. Siangnya terlihat bentuk kepundang yang berbeda dari biasanya. Namun pada hari ini kami tidak merasakan getaran keras atau mendengar suara gemuruh lagi," ujar Widodo.
(asy/)











































