Merasa Ditipu Investasi Robot Kripto Mark Ai Rp 126 Juta, Warga Lapor Polisi

Annisa Rizky Fadhila - detikNews
Rabu, 20 Okt 2021 18:15 WIB
Warga pelapor dugaan penipuan investasi robot kripto (Annisa-detikcom)
Foto: Warga pelapor dugaan penipuan investasi robot kripto (Annisa-detikcom)

Rekan Fisiharto, Duta, mengatakan dirinya juga menjadi korban investasi di Mark Ai. Dia juga menjelaskan jenis investasi di Mark Ai.

"Sebagai contoh, anda membeli dari marketplace Indodax, kemudian menjualnya ke marketplace finance di luar negeri sana. Nah perputaran itulah yang pengakuan mereka (Mark Ai) bahwa ini sistemnya trading arbitrase dan sistemnya menggunakan kripto. Tetapi sistemnya deposit mereka itu mereka memakai dengan sistem virtual account. Di mana ada 4 bank besar yang mereka gunakan sebagai virtual account untuk penanaman deposit di dalam sistem Mark Ai," jelasnya.

"Terus terang kami sebagai member juga kami tidak tahu menahu berapa member-member lain yang mendepositkan, karena dalam sistem tersebut tidak ada tulisan si A deposit sekian si B deposit sekian tidak ada tulisannya. Yang ada di akun pribadi kita masing-masing yang di mana semuanya tidak mengetahui 1 sama lain," sambungnya.

Dia mengaku sebagai investor tidak bisa berkomunikasi dengan pihak Mark Ai. Pasalnya, kata Duta, mereka menghilang dan tidak bisa dihubungi.

"Mereka Mark Ai hilang. Kami komunikasi itu hanya lewat chat Telegram, tidak berkomunikasi langsung by phone ataupun Zoom meeting tidak pernah," jelasnya.

Dia mengatakan para investor mulai merasa ada yang aneh ketika tidak bisa mencairkan dana dan melakukan transaksi apapun. Dia menyebut pihak Mark Ai beralasan hendak menghindari dana ilegal.

Dia menyebut pihak Mark Ai takut dana ilegal masuk ke dalam sistem. Apalagi, katanya, Mark Ai masih dalam pengurusan izin ke lembaga terkait.

"15 Oktober itu kita tidak bisa melakukan transaksi apapun, baik deposit maupun penarikan dana. Nah dengan alasan mereka menghindari dana ilegal yang masuk ke dalam sistem mereka," kata Duta.

"Mereka takut bahwa kategori mereka ilegal fraud dengan alasan bahwa mereka itu masih dalam pengurusan izin ke lembaga terkait, dalam arti lembaga komoditi. Sehingga mereka bekukan dulu pada tanggal 15 Oktober. Sudah itu pada tanggal 17 Oktober itu transaksi masih berjalan, transaksi profit masih berjalan. Tetapi tanggal 17 Oktober siang setelah makan siang, itu website tidak bisa dibuka dengan kode error 504," sambungnya.



Simak Video "Setop Investasi Bitcoin Cs"
[Gambas:Video 20detik]

(haf/haf)