Horta Minta RI Tidak Risaukan 42 Warga Papua di Australia
Selasa, 18 Apr 2006 17:15 WIB
Jakarta - Menlu Timor Leste Ramos Horta 'menyentil' pemerintah Indonesia. RI diminta jangan terlalu mempermasalahkan kasus 42 warga Papua yang dapat visa sementara dari pemerintah Australia.Sebab 42 warga Papua yang mengungsi ke Australia itu jumlahnya sangat kecil dibandingkan jumlah penduduk Indonesia yang besar dan beragam."Nasihat saya kepada pemerintah Indonesia adalah melihat perspektif yang berbeda. Indonesia adalah negara demokratis dan heterogen dengan 210 juta penduduk. Jadi tidak usah membesarkan isu ini," katanya.Horta menilai para pengungsi itu lebih mempunyai motif ekonomi dibanding politik sebagai alasan menyeberang ke Australia."Sebenarnya itu karena ekonomi. Jika ini negara saya, saya hanya menyatakan god bless you, have a good life in Australia," tutur Horta.Untuk itu, dia menyarankan agar RI tidak terlalu serius menanggapi permasalahan ini. Dia juga yakin permasalahan yang akhir-akhir ini memanas antara RI dan Australia menyusul pemberian visa itu akan selesai dengan sendirinya.Sehingga permasalahan itu tidak mengganggu hubungan kedua negara dan tidak membuat citra Indonesia buruk di mata internasional. Hal ini disebabkan seluruh negara di dunia mendukung keutuhan NKRI."Tidak ada satu pun negara di dunia yang mendukung perpecahan atau disintegrasi di Indonesia, mulai dari AS, Cina hingga Vanuatu mendukung integritas RI. Jadi jangan berlebihan, tidak ada satupun negara mendukung disintegrasi," tegas dia.Saat pernyataan Horta dikonfirmasi ke Jubir Deplu Yuri Thamrin, Yuri tidak menganggap pernyataan Horta sebagai sindiran. Yang disampaikan Horta semata-mata untuk mengomentari isu yang juga mengemuka di negaranya."Namun yang jadi permasalahan adalah pemberian suaka diberi kepada orang yang tidak tepat karena tidak melalui prosedur yang tepat," ungkap Yuri.
(umi/)











































