Airlangga soal Pemilu 2024: Minimal Pilpres Harus Menang!

Karin Nur Secha - detikNews
Rabu, 20 Okt 2021 11:43 WIB
Ketum Partai Golkar, Airlangga Hartarto di HUT Golkar ke-57.
Ketum Partai Golkar, Airlangga Hartarto di HUT Golkar ke-57. (Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta -

Pemilihan presiden (pilpres) akan digelar tiga tahun mendatang. Partai Golkar berbicara soal kemenangan di Pilpres 2024.

"Untuk pemilihan presiden, minimal harus menang. Jadi maksimalnya silahkan dicari, tapi minimal harus capres kita menang," kata Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto kepada wartawan di sela acara HUT Partai Golkar ke-57, di gedung DPP Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (20/10/2021).

Selain itu, Airlangga bicara terkait target kemenangan pemilihan kepala daerah. Dia menyebut harus meraih minimal 60 persen kursi.

"(Angka) 60 persen ini adalah capaian yang sudah kita hasilkan. Jadi kita sudah mencapai 62 persen. Jadi memang 60 persen adalah angka yang terukur," ujar Airlangga.

Selain itu, Partai Golkar menargetkan kadernya minimal 20 persen harus menduduki parlemen Senayan pada pemilihan legislatif 2024.

"Oleh karena itu, saya mengajak kita semua untuk menyatukan tekad kita dan kita merapatkan barisan, kita mempunyai narasi satu, kita juga mempunyai usaha bersama untuk kemenangan Partai Golkar," ungkap Airlangga.

"Masih ada waktu 3 tahun ke depan. Kita konsolidasikan kekuatan, satukan langkah, raihlah simpati masyarakat. Rebut hati rakyat agar rakyat memberikan kepercayaan kepada Partai Golkar," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Airlangga Hartarto bakal diusung sebagai calon presiden (capres) 2024. Pasalnya, Golkar memutuskan memiliki capres sendiri.

"Kami memutuskan punya capres sendiri, terpilihnya Pak Airlangga sebagai ketua umum," ujar Waketum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia saat ditemui di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (19/10).

Doli menyebut terpilihnya Airlangga sebagai Ketum Partai Golkar menunjukkan dirinya merupakan kader terbaik. Jika bukan kader terbaik, kata Doli, tidak mungkin Airlangga terpilih menjadi ketum.

"Pak Airlangga terpilih sebagai ketua umum, artinya dialah kader terbaik di periode ini. Karena kalau bukan kader terbaik, tak mungkin terpilih sebagai ketua umum," tuturnya.

"Nah tentu kalau bicara calon presiden, tentu kita harus memberikan kader terbaik kan. Itu lah kenapa diputuskan dalam Rapimnas dan Rakernas, kami memutuskan setelah menyerap aspirasi dari bawah, secara resmi disampaikan kami putuskan Pak Airlangga sebagai calon presiden," sambung Doli.

(ain/aud)