2 Tahun Jokowi-Ma'ruf

2 Tahun Jokowi-Ma'ruf di Masa Pandemi, Janji Kampanye Sudah Tercapai?

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 20 Okt 2021 10:38 WIB
5 Tahun Jokowi-JK dan 1 Tahun Jokowi-Maruf Amin baru saja dilewati. Berikut serba-serbi pencapaian para tokoh tersebut untuk Indonesia.
Foto: Jokowi dan Ma'ruf Amin (Tim detikcom)
Jakarta -

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin sudah genap dua tahun. Apakah janji-janji kampanye Jokowi-Ma'ruf sudah tercapai?

Sebagaimana diketahui, pasangan Jokowi-Ma'ruf memenangi Pilpres 2019 mengalahkan rivalnya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dua tahun lalu, Jokowi-Ma'ruf memenangkan hati rakyat Indonesia dengan janji-janji yang terangkum dalam visi-misi berikut:

Visi:
Terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian, berlandaskan gotong-royong

Misi:
1. Peningkatan kualitas manusia Indonesia.
2. Struktur ekonomi yang produktif, mandiri, dan berdaya saing.
3. Pembangunan yang merata dan berkeadilan.
4. Mencapai lingkungan hidup yang berkelanjutan.
5. Kemajuan budaya yang mencerminkan kepribadian bangsa.
6. Penegakan sistem hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya.
7. Perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga.
8. Pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif, dan terpercaya.
9. Sinergi pemerintah daerah dalam kerangka Negara Kesatuan.

Lalu, apakah semua janji itu sudah terealisasi? Klik halaman selanjutnya.

Pelaksanaan Janji di Tengah Pandemi

Pakar politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menilai bahwa dua tahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf ini dijalankan di tengah pandemi Corona. Maka dari itu, semua perhatian masyarakat tersedot kepada penanganan pandemi Corona.

"Dua tahun ini kan pemerintah Jokowi-Ma'ruf ini kan diuji COVID-19. Awal memang tergagap-gagap. Dimulai dari denial, jadi serius dan berhasil mengatasi itu," ujar Hendri Satrio kepada wartawan, Selasa (19/10/2021).

"Otomatis perhatiannya tersedot ke situ, pada penanganan COVID-19. Beberapa hal lain seperti di polhukam dan ekonomi jadi akhirnya mengikuti bagaimana penanganan COVID-19," lanjutnya.

Dia melihat kondisi ini diperburuk dengan isu kebebasan berpendapat. Salah satunya ialah peristiwa polisi membanting mahasiswa.

"Terlebih dengan adanya kritikan kepada kebebasan berpendapat dan diakhiri oleh smackdown aparat kepada mahasiswa itu tentu saja memperburuk catatan Jokowi-Ma'ruf," ungkapnya.

Kendati demikian, dia menilai bahwa pemerintah patut diapresiasi. Sebab, penanganan Corona di Indonesia termasuk yang terbaik di dunia.

"Jelas positif penanganan COVID-19 ini ya harus diapresiasi. Kita termasuk yang terbaik di dunialah," tuturnya.

(rdp/tor)