Masyarakat Diminta Bijak Rayakan Maulid Nabi dengan Disiplin Prokes

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Selasa, 19 Okt 2021 20:57 WIB
Menkominfo Johnny G Plate
Foto: doc Sekretariat Kabinet
Jakarta -

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menegaskan pemerintah tidak melarang masyarakat merayakan atau menikmati hari libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Meski demikian, pemerintah mengimbau agar masyarakat bijak dalam memperingati Maulid Nabi dengan tetap disiplin protokol kesehatan.

"Disiplin protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan demi mencegah peningkatan kasus COVID-19 di kemudian hari," ujar Johnny dalam keterangan tertulis, Selasa (19/10/2021).

Terkait hal ini, Johnny mengingatkan kembali agar masyarakat tetap waspada saat merayakan Maulid Nabi. Pasalnya, hingga saat ini pandemi masih belum usai dan gelombang COVID-19 dapat terjadi kapan saja.

"Tidak ada larangan untuk merayakan ataupun menikmati hari libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Namun, pemerintah meminta kebijaksanaan masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan dan mengurangi mobilitas pada hari libur itu," katanya.

Oleh karena itu, Johnny meminta masyarakat menaati SE Menteri Agama No. 29 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Besar Keagamaan (PHBK). Adapun SE mengatur soal PHBK pada daerah Level 2 dan Level 1 dapat dilaksanakan secara tatap muka dengan prokes ketat. Sementara itu, PHBK pada daerah Level 4 dan Level 3 dianjurkan dilaksanakan secara virtual. Penyelenggara juga dianjurkan menyediakan QR Code PeduliLindungi.

"Pemerintah melarang pawai/arak-arakan dalam rangka PHBK yang melibatkan jumlah peserta dalam skala besar," ujarnya.

Guna mencegah klaster COVID-19, Johnny meminta agar pemerintah daerah dapat ikut mengawasi penerapan protokol kesehatan selama peringatan Maulid Nabi di daerahnya masing-masing. Pemerintah juga meminta aparat TNI/Polri membantu pemerintah daerah mengawasi kegiatan masyarakat.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, adanya kenaikan mobilitas masyarakat biasanya akan disertai peningkatan kasus COVID-19. Menurut Johnny, hal ini perlu menjadi perhatian bersama, mengingatkan kelengahan sekecil apa pun bisa berdampak terhadap peningkatan kasus di beberapa minggu ke depan.

Di samping itu, Johnny meminta agar seluruh pihak juga bersama-sama menjaga momentum penurunan kasus dan peningkatan vaksinasi. Pasalnya, sejumlah negara tetap bisa mengalami kenaikan kasus, meski tingkat vaksinasi sudah tinggi.

"Pengabaian terhadap protokol kesehatan dan perspektif salah dengan menganggap vaksinasi akan membuat kebal dari COVID-19 harus dihindari oleh kita semua. Mari meminimalisasi peluang penularan COVID-19 sebesar-besarnya," tandasnya.

(akn/ega)