Horta Tegaskan Tak Ada Eksodus & Pemberontakan di Timor Leste
Selasa, 18 Apr 2006 16:22 WIB
Jakarta - Kabar eksodus besar-besaran warga Timor Leste ke Indonesia dibantah Menlu Ramos Horta. Bantahan tegas juga disampaikan Horta soal pemberontakan di negerinya. Itu, kata dia, hanya imajinasi media massa Indonesia saja."Eksodus hanya tercipta oleh media Indonesia. Mereka punya imajinasi yang bagus. Malahan ada ratusan warga Indonesia yang datang ke Timor Leste untuk merayakan Paskah," ungkap Horta usai melakukan pertemuan dengan Menlu RI Hassan Wirajuda di Deplu, Jalan Pejambon, Jakarta, Selasa (18/4/2006)."Juga tidak ada pemberontakan dari 600 tentara yang didesersi oleh pemerintah Timor Leste. Malahan kita setuju untuk terus memberikan gaji hingga formal legalnya selesai," ungkap Horta.Ditegaskan Horta, tidak ada satu pun tentara yang lari ke hutan untuk merencanakan pemberontakan terhadap pemerintahan Xanana Gusmao.Di tempat yang sama, Jubir Deplu Yuri Thamrin membenarkan pernyataan Horta. Menurutnya, Horta melaporkan situasi di Timor Leste sangat damai dan menjamin tidak ada upaya pemberontakan.Yuri juga menjelaskan, pemerintah Timor Leste sudah menyelesaikan masalah 600 tentara yang dipecat itu dengan menyalurkan mereka sebagai polisi atau menjadi petugas keamanan yang dipekerjakan di beberapa negara, seperti Korsel dan Makao."Saat ini situasi terkendali dan tidak ada instabilitas politik. Pihak Timor Leste juga mengharapkan pengusaha RI menggelar pameran di sana guna menampilkan produk-produk di Indonesia," katanya.Selain bertemu Menlu, Horta dijadwalkan bertemu Presiden SBY pada Rabu 19 April.
(umi/)











































