Gus Dur: Baru Berani Tindak FPI Bukti Negara Sedang Sakit
Selasa, 18 Apr 2006 15:47 WIB
Jakarta -
Mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengritik kepolisian. Ia menyesalkan polisi baru berani menindak Front Pembela Islam (FPI) yang melakukan perusakan terhadap kantor majalah Playboy Indonesia. Hal itu disampaikan Gus Dur saat menjadi keynote speaker dalam launching buku berjudul "Terorisme di Tengah Arus Global Demokrasi", di Hotel The Acacia, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (18/4/2006). Gus Dur menuturkan, dua hari lalu FPI yang dipimpin Habib Muhammad Rizieq melakukan perusakan kantor majalah Playboy. Akibat aksi itu, lanjut Gus Dur, Rizieq dan kawan-kawan diundang Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani. Ketua Dewan Syuro PKB itu lantas mendengar di TV, Rizieq membantah perusakan kantor Playboy dilakukan FPI. Rizieq menyebut aksi itu sebagai tindakan pengecut. "Kita melihat aneh karena orang yang kita rasa paling galak ternyata berhadapan dengan polisi takut juga," kata Gus Dur.Gus Dur lantas mengritik polisi yang baru menindak FPI. "Polri kita baru sekarang berani ambil tindakan terhadap FPI. Ini menunjukkan negara kita sedang sakit, aparat keamanan tidak bekerja sebaik-baiknya," urai Gus Dur.Sekadar diingat, aksi perusakan terhadap kantor Playboy Indonesia terjadi pada Rabu 12 April lalu. Ketua FPI Bidang Internal Ahmad Sobri membantah aksi itu dilakukan FPI. Pelaku aksi itu, menurut Sobri adalah Laskar Pembela Islam (LPI). Korlap aksi itu pun dicokok Senin kemarin. Hari ini tersangka kedua juga diciduk di Ciomas, Bogor.
(iy/)










































