Polisi Bantah Tolak Laporan Wanita Hampir Diperkosa Gegara Belum Vaksin

Agus Setyadi - detikNews
Selasa, 19 Okt 2021 16:46 WIB
Poster
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh mengungkap adanya korban percobaan pemerkosaan ditolak laporannya oleh polisi lantaran belum divaksinasi COVID-19. Polresta Banda Aceh membantah tudingan itu.

"Bukan ditolak sebenarnya. Kita tanya Ibu sudah vaksin, jadi tidak serta merta polisi nggak mau. Jadi mereka berasumsinya macam-macam. Mereka langsung balik kanan. Sebenarnya solusi itu ada, tapi mereka langsung balik kanan," kata Kabagops Polresta Banda Aceh AKP Iswahyudi saat dimintai konfirmasi wartawan, Selasa (19/10/2021).

Iswahyudi mengatakan, di Polresta Banda Aceh memang sudah diberlakukan scan barcode PeduliLindungi sejak Senin (18/10) kemarin. Masyarakat yang datang ke Polresta diminta melakukan scan barcode terlebih dulu di pintu gerbang masuk.

Menurutnya, bila ada masyarakat yang hendak berkunjung ke Polresta Banda Aceh dan belum divaksinasi, pihaknya akan meminta divaksinasi terlebih dulu. Namun ada pengecualian untuk hal-hal insidentil.

"Apabila terjadi hal-hal insidentil atau terkait masalah masyarakat yang akan melapor, silakan kita tindak lanjuti, tapi ikuti prokes yang ada, seperti memakai masker," jelas Iswahyudi.

Iswahyudi menyebut polisi tetap menerima laporan masyarakat yang belum divaksinasi. Polresta Banda Aceh juga telah membuat ruangan khusus tempat masyarakat melapor.

"Jadi jangan hanya gara-gara masyarakat datang ke situ kita tanyakan sertifikat vaksin langsung berasumsi macam-macam," ujarnya.

"Kalau belum divaksinasi, tetap kita arahkan ke penyidik. Tidak mungkin kita tidak terima laporan. Karena itu sudah tupoksi kita. Kalau mau lapor lagi, silakan," lanjutnya.

Sebelumnya, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh mengungkap adanya korban percobaan pemerkosaan ditolak laporan oleh polisi. Alasan penolakan disebut korban belum divaksinasi COVID-19.

Kepala Operasional YLBHI-LBH Banda Aceh Muhammad Qodrat mengatakan kasus percobaan pemerkosaan itu dialami seorang mahasiswi berusia 19 tahun di sebuah desa di Aceh Besar. Saat kejadian, korban sedang berada di rumahnya.

"Kejadiannya terjadi hari Minggu kemarin sekitar jam 4 sore. Pintu rumah korban tiba-tiba diketuk oleh seorang pria dan ketika dibuka, pria tersebut langsung membekap mulut korban dan diduga hendak memperkosa korban," kata Qodrat dalam konferensi pers di kantor LBH Banda Aceh, Selasa (19/10).

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.