Umat Islam Diminta Tak Persoalkan Libur Maulid Nabi Digeser Besok

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Selasa, 19 Okt 2021 13:59 WIB
Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin
Foto: DPD RI
Jakarta -

Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah RI Sultan B Najamudin meminta umat Islam Indonesia tidak mempersoalkan digesernya hari peringatan Maulid Nabi dari tanggal 19 ke 20 Oktober oleh pemerintah. Menurutnya, ada yang lebih penting dari hal itu.

"Peringatan maulid merupakan simbol kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW, tapi yang paling penting bagi kita sebagai umatnya adalah bagaimana membuktikan rasa cinta itu dengan meneladani sikap dan akhlak beliau dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jadilah umat Muhammad yang substansial," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (19/10/2021).

Menurutnya, pemerintah tentu memiliki pertimbangan dan tanggung jawab untuk mengatur ruang sosial masyarakat yang bertujuan untuk menghindari kemudharatan atau hal-hal yang berpotensi menyebabkan kejadian yang berdampak fatal di masa pandemi COVID-19 ini.

"Kaidahnya jelas, bahwa menghindari kemudharatan itu lebih utama daripada mendapatkan keutamaan sebuah kebaikan," jelas Sultan.

Sebagai warga bangsa yang bijak, tambah Sultan, semua pihak harus tetap waspada dan menaati setiap imbauan dan aturan ulil amri atau pemerintah. Karena masih sangat mungkin terjadi ledakan baru COVID-19, jika kita ceroboh dan tidak taat protokol kesehatan dan himbauan pemerintah.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan sangat terinspirasi dengan sikap politik Rasulullah Muhammad SAW ketika mempersatukan penduduk Madinah yang cukup heterogen dengan konsensus sosial yang terkenal yaitu perjanjian Hudaibiyah atau Piagam Madinah.

"Sebagai bangsa yang bhinneka, kita patut meneladani keberanian moral dan kebesaran jiwa politik Rasulullah dalam menata kehidupan sosial politik dan ekonomi negara Madinah dengan prinsip kesetaraan dan keadilan. Beliau peletak dasar prinsip Negara Bangsa," pungkasnya.

(akd/ega)