Kasus Perwira Polisi di Sumut Laporkan Anak soal KDRT Disetop!

Ahmad Arfah Fansuri - detikNews
Selasa, 19 Okt 2021 13:29 WIB
Polres Pematangsiantar (Screenshot Google Maps)
Polres Pematangsiantar (Screenshot Google Maps)
Medan -

Oknum perwira polisi di Polres Pematangsiantar, Ipda PJ, yang sempat melaporkan balik anaknya terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) resmi mencabut laporannya. Setelah laporan dicabut, kasus ini pun dihentikan.

"Iya (kasus dihentikan). Si anak sudah tidak ada masalah," kata Kapolres Pematangsiantar AKBP Boy Sutan Siregar saat dimintai konfirmasi, Selasa (19/10/2021).

Anak dari Ipda PJ, MF, juga melaporkan ayahnya itu dalam kasus KDRT. Boy mengatakan kasus dari laporan MFA itu terus berlanjut.

"Kalau (pelaporan anak terhadap) PJ tetap diproses," jelas Boy.

Sebelumnya, MF ditetapkan sebagai tersangka dari laporan balik ayahnya Ipda P. Penetapan tersangka ini dilakukan setelah MFA melaporkan ayahnya itu dalam kasus KDRT.

"Hal ini tentunya sangat ironis bagi kami di Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Sumut. Bayangkan, anak di bawah umur yang menjadi korban kekerasan ayah kandungnya sendiri malah menjadi tersangka atas laporan balik ayahnya yang notabene merupakan oknum anggota Polri berpangkat Ipda di Polres Pematangsiantar," kata Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Sumut, Komalasari, Minggu (17/10).

Laporan MFA kepada ayahnya itu bernomor LP/2332/XII/2020/SUMUT/SPKT tanggal 3 Desember 2020. Komalasari menilai laporan mereka ke Polres Pematangsiantar itu tidak ditindaklanjuti. Untuk itu, mereka membuat laporan ke Polda Sumut.

Sementara laporan dari Ipda PJ kepada MFA bernomor LP/27/I/2021/SU/STR tanggal 14 Januari 2021. MFA kemudian ditetapkan sebagai tersangka pada 8 Oktober 2021. Dia menilai penetapan ini tidak tepat.

"Dari proses panjang laporan kasus kekerasan terhadap anak dan KDRT yang dialami korban MFA ini, kemudian muncul laporan balik dari pelaku yang kita simpulkan sebagai rekayasa dengan tujuan untuk menghentikan laporan Y dan MFA terhadap pelaku. Terlebih luka yang dialami pelaku dalam laporannya pada tanggal 14 Januari 2021 itu soal peristiwa yang terjadi pada 2 Desember 2020, kan aneh kalau laporan itu diterima," tutur Komalasari.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan juga 'Ini Video Viral Oknum Polantas Sumut yang Bogem Warga':

[Gambas:Video 20detik]