Rocky Gerung Balas Puji Ganjar: Dia Matang, PDIP Mentah!

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 19 Okt 2021 11:54 WIB
Akademisi Rocky Gerung memenuhi panggilan polisi terkait kasus dugaan hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet, Selasa (4/12/2018). Rocky datang ke Polda Metro Jaya dengan didampingi pengacaranya.
Foto: Agung Pambudhy/detikcom

Pembelaan untuk Ganjar

Pembelaan untuk Ganjar dan Puan pun bermunculan dari para kader PDIP. Kader senior PDIP Aria Bima menilai anggapan tersebut harus dilihat dari sudut pandangnya, sehingga tidak serta merta menyebut dua kader PDIP itu bodoh.

Tetapi, Aria Bima melanjutkan, jika dikaitkan dengan milenial dengan cakupan abstraksi kekiniannya, justru Rocky Gerung lebih terkenal dengan sikap kritis dan tidak sopan.

"Tapi kalau dikaitkan dengan milenial dengan cakupan abstraksi kekiniannya yang lagi mencari dan membentuk diri, agaknya Rocky Gerung yang terkenal cerdas dan kritis dan tidak sopan dalam berkomunikasi itu, kali ini terkesan asal ngebacot," kata Aria Bima saat ditemui detikcom di Solo, Jumat (15/10/2021) malam.

Elite PDIP Hendrawan Supratikno mengingatkan pribadi yang sering berpendapat berbeda dengan umum, tanpa rem etika, akan menjadi asal bicara saja. Hendrawan juga mengatakan konsep pemahaman gender hingga hak asasi manusia sudah menjadi menu harian Ganjar dan Puan.

"Dikatakannya, di mata milenial, Puan Maharani dan Ganjar Pranowo dinilai bodoh karena tidak bicara konsep kesetaraan gender, hak asasi manusia, ekonomi baru, dan narasi milenial yang populer. Padahal kita tahu, konsep-konsep tersebut sudah tercantum dalam konstitusi, tap MPR, UU dan sejumlah regulasi, yang menjadi menu harian Puan Maharani, Ganjar Pranowo, dan lainnya. Tinggal diimplementasikan secara tegas, terencana dan konsisten," ujarnya.

Sementara itu, politikus PDIP Ruhut Sitompul curiga Rocky Gerung menyerang Ganjar dan Puan untuk mendongkrak elektabilitas Demokrat dan AHY. Sebab, Rocky Gerung selama ini memang dikenal dekat dengan Partai Demokrat dan AHY.

"Jadi mungkin dia mau pakai cara itu," sebut Ruhut.

"Mau ngangkat Demokrat dan AHY? Masih bisa terangkat gitu? Feeling aku ini Pak Moeldoko menang di PTUN dan di Mahkamah Agung. Mereka makin kalap saja, semua orang dibantai, siapa saja berseberangan dibantai," imbuhnya.


(maa/tor)