2 Tahun Kepemimpinan Jokowi, PKB dan PPP Sorot Penegakan Hukum-Ekonomi

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 19 Okt 2021 11:27 WIB
Presiden RI Joko Widodo, Wakil Presiden RI Maruf Amin
Jokowi dan Ma'ruf Amin (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin genap 2 tahun pada 20 Oktober besok. PKB menyoroti sejumlah hal yang masih kurang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid. Dia awalnya menyoroti kondisi ekonomi Indonesia yang terseok-seok lantaran diterpa pandemi Corona.

"Hampir 2 tahun juga pemerintah bergelut dengan virus Corona, meski ekonomi terseok pemerintah mampu bertahan, bahkan lebih optimis untuk meneruskan proyek besar pembangunan Strategis nasional," kata Jazilul saat dihubungi, Selasa (19/10/2021).

Jazilul optimistis pemerintah masih bisa meningkatkan ekonomi dengan melakukan pembangunan pada 2022 mendatang. Salah satunya rencana pembangunan Ibu Kota Negara baru.

"Salah satu tanda optimisme tersebut, pada bulan Oktober 2022 draf UU IKN (Ibu Kota Negara) diajukan pemerintah ke DPR. Kelanjutan IKN merupakan bagian untuk mengubah tantangan menjadi peluang menggerakkan roda pertumbuhan ekonomi. Sanggupkah? Kalau tidak sanggup, proyek pemindahan IKN akan menjadi 'tugu kegagalan' pemerintahan Jokowi," ucapnya.

"Namun, jika pemerintahan ini terbukti mampu sebaliknya akan menjadi legacy pemerintahan Jokowi, sekaligus mengubah peta pembangunan Indonesia masa depan," lanjutnya.

Lebih lanjut, anggota Komisi III DPR ini menyoroti penegakan hukum di Indonesia yang masih perlu ditingkatkan. Dia menyoroti sejumlah kasus yang masih melukai rasa keadilan masyarakat yakni kasus Djoko Tjandra, Jiwasraya, Km 50, hingga tenaga kerja asing.

"Selain itu, penegakan hukum yang berkeadilan tetap harus ditingkatkan. Beberapa kasus dan keputusan hukum masih saja dirasa melukai rasa keadilan di tengah masyarakat, seperti vonis Djoko Chandra, kasus Jiwa Sraya, kasus Km 50, isu Tenaga Kerja Asing dan lainnya yang menjadi perhatian publik," jelasnya.