Gerindra Mau Koalisi dengan Golkar di Pemilu 2024?

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 19 Okt 2021 06:43 WIB
Sufmi Dasco Ahmad
Sufmi Dasco Ahmad (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Golkar bertekad untuk mengulang kemenangan pemilu seperti di tahun 2004. Golkar diusulkan merangkul partai pecahannya, salah satunya Gerindra, jika ingin menang di Pemilu 2024.

Apakah Gerindra mau berkoalisi dengan Golkar?

Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan partainya juga ingin merebut kemenangan di 2024. Apalagi Gerindra menduduki posisi kedua di Pemilu 2019.

"Saya rasa kira bukan sombong, tapi saat ini Gerindra adalah pemenang nomor dua pemilu di Indonesia di 2019, tentunya kalau partai lain bertekad untuk merebut kemenangan, apalagi Gerindra. Gerindra tentu akan mempertahankan kemenangan malah akan menambah lagi suaranya, itu tekad kami dan kami lakukan konsolidasi terus menerus dan keliatan di semua survei kelihatan hasil kerja kami," kata Dasco kepada wartawan, Senin (18/10/2021).

Dasco enggan menjawab apakah partainya akan terbuka koalisi dengan Golkar. Dasco mengatakan partainya melihat bagaimana kondisi di waktu depan.

"Nah antara masalah merangkul partai dengan kemenangan saya bingung, kalau pilpres ya kita lihat nanti karena itu masih lama, yang penting kita akan bekerja agar suara Gerindra lebih naik daripada sekarang," ujarnya.

Terlebih di satu sisi, kata Dasco, Gerindra memiliki calon presiden potensial yang masih berada di pucuk survei. Untuk itu, pihaknya juga bertekad untuk memenangi Pemilu 2024.

"Kalau Golkar bilang rebut kemenangan kan artinya dia mau menang, sementara calon partai lain gimana, partai Gerindra kan sebagai calon (presiden) survei elektabilitasnya tertinggi juga pengen merebut kemenangan," ujarnya.

Sebelumnya, guru besar UIN Syarif Hidayatullah, Azyumardi Azra, menyarankan sejumlah hal kepada Partai Golkar untuk memenangi Pemilu 2024. Setidaknya, ada tiga hal yang dapat dilakukan Partai Golkar agar kejayaan pada Pemilu 2004 bisa terulang.

Hal itu disampaikan Azyumardi dalam seminar daring nasional 'Dua Dasawarsa Kemenangan Golkar 2004-2024', Sabtu (16/10). Azyumardi bicara soal partai-partai sempalan Golkar.

"Yang harus diatasi adalah ketika kesulitan Golkar pasca-2004 itu, itu adalah ketika beberapa tokohnya menyempal menjadi splinter mendirikan partai baru, partai sendiri, seperti Wiranto, Partai Hanura, tapi saingan berat itu masih NasDem, Surya Paloh, Prabowo, Partai Gerindra, itu kan asalnya dari Partai Golkar," kata Azyumardi.

Tokoh lama Golkar, seperti Wiranto, Surya Paloh, dan Prabowo, menurut Azyumardi, perlu dirangkul agar Golkar dapat menang pada 2024. Menurut Azyumardi, setidaknya para tokoh itu bisa 'ditarik kembali' untuk mendapatkan suara.

"Nah, bagaimana cara Golkar itu, sedikit-banyak saya kira orang-orang Golkar dulu lari ke Surya Paloh NasDem dan kepada Partai Gerindra, sedikit-banyak itu pasti. Saya kira, ini kalau ingin berjaya kembali, ini harus dirangkul kembali caranya itu. Harus ada langkah-langkah mengkonsolidasikan kelompok-kelompok yang splinter atau menyempal dari Golkar ini, dari induknya Golkar," ujarnya.

Lihat Video: Golkar Optimistis Raih Peningkatan Suara di Pilkada dan Pileg

[Gambas:Video 20detik]




(eva/jbr)