1 Kg Ganja Kering Misterius di KM Bukit Siguntang

1 Kg Ganja Kering Misterius di KM Bukit Siguntang

- detikNews
Selasa, 18 Apr 2006 14:00 WIB
Ambon - Ganja kering seberat 1 kg itu misterius. Tidak jelas siapa pemiliknya. Ganja itu ditemukan polisi saat melakukan sweeping di Kapal Motor (KM) Bukit Siguntang. Padahal, sebenarnya polisi ingin mencari senjata api dan senjata tajam. Polsek KPPP Ambon melakukan sweeping terhadap para penumpang saat KM Bukit Siguntang berlabuh di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Selasa (18/4/2006). Dalam sweeping, polisi tidak menemukan senjata tajam dan senjata api yang dibawa penumpang. Namun, polisi malah menemukan 1 kg ganja kering. Ganja kering ditemukan di dalam sebuah tas yang tidak ada pemiliknya. "Ganja ini kami temukan dalam tas. Namun sampai menunggu lama, tak satu pun penumpang yang mengaku sebagai pemilik tas itu," kata Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Didik Widjanarko kepada wartawan di ruang kerjanya. Pemilik tas, ujar Didik, meninggalkan tas tersebut saat sweeping oleh polisi sedang berlangsung. "Mungkin pemilik itu tidak berani mengakui, karena ada ganja dalam tas itu," kata dia. Barang bukti bersama tas tersebut langsung diamankan pihak Polsek KPPP. "Yang pasti pemilik belum kita temukan. Namun benda-benda terlarang seperti ganja dan sejenisnya memang masuk melalui pintu laut juga udara," tandas dia.Sebenarnya, kata Didik, aksi sweeping itu digelar untuk mengantisipasi masuknya orang-orang yang mencurigakan, sekaligus masuknya senjata api maupun amunisi lainnya. Semua penumpang telah diperiksa polisi. Pemeriksaan ini secara intensif dilakukan, yang salah satunya sebagai antisipasi menjelang HUT RMS (Republik Maluku Selatan) 25 April. Sementara itu, Kapolda Maluku Brigjen Adityawarman kepada wartawan mengungkapkan, semua pintu masuk ke Ambon sudah diawasi secara intensif. "Kami tidak ingin kecolongan, mengingat jumlah pendatang ke kota Ambon semakin meningkat," tukasnya.Kapolda meminta kepada warga kota Ambon untuk segera melapor ke polisi jika melihat orang-orang dengan gerak-gerik mencurigakan. "Masalah keamanan merupakan tanggung jawab bersama aparat keamanan dan warga," kata dia. Dalam beberapa tahun terakhir, selalu saja ada aksi-aksi setiap menjelang 25 April untuk memancing keributan di kota Ambon. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads