Tolak RUU TNI
Mahasiswa Makassar Uber Truk TNI
Selasa, 18 Apr 2006 13:49 WIB
Makassar - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Lingkar Mahasiswa Anti RUU TNI berunjuk rasa di gedung DPRD Sulsel, Jl Urip Sumohardjo, Makassar, Selasa (18/4/2006). Aksi menolak RUU TNI ini diwarnai dengan menutup separuh badan jalan dan memburu truk milik TNI. Demo ini dimulai sekitar pukul 11.30 Wita. Para mahasiswa yang berjumlah sekitar 30 orang ini mendatangi gedung DPRD Sulsel dengan mengendarai sepeda motor. Sesampai di gedung dewan, para mahasiswa langsung menuju pintu utama untuk masuk di gedung dewan. Kedatangan para mahasiswa yang tiba-tiba ini membuat sejumlah petugas pamong praja yang berjaga di DPRD Sulsel segera menghadang mahasiswa di depan pintu. Terhadang oleh aparat, para mahasiswa lalu menggelar orasi. "TNI sebagai institusi yang berkewajiban menjaga pertahanan negara, harusnya netral dan tidak berpolitik," tutur Ibnu Hajar, koordinator aksi. Para mahasiswa juga menyerukan untuk menolak RUU TNI yang dnilainya akan berimbas pada tindakan represif militer pada warga sipil. Aksi dorong-dorongan antara para mahasiswa dengan pamong praja pun sempat terjadi. Ketegangan mereda ketika salah seorang anggota DPRD Sulsel Fraksi Golkar, M Roem, menemui para pengunjuk rasa. Namun dialog tak berlangsung lama, para mahasiswa malah berang lantaran anggota dewan dinilai tidak tegas dalam menyikapi RUU TNI. Mahasiswa lalu keluar dan "mengamuk" ke jalan, dan menutup setengah badan jalan. Akibatnya, Jl Urip Sumohardjo macet. Bukan hanya menutup jalan, mahasiswa malah sempat menghadang sejumlah mobil plat merah. Mereka juga sempat memburu truk milik TNI yang segera berbelok ke jalan lain. Mahasiswa lalu menuju ke perempatan tol reformasi yang jaraknya sekitar 50 meter dari gedung DPRD. Di tempat itu, mereka membakar ban bekas. Aksi para mahasiswa ini berakhir sekitar pukul 13.00 Wita. Pendemo lalu menuju kampus masing-masing.
(nrl/)











































