Round-Up

Upaya Temui Yayasan Buntu Bikin Mahasiswa ITM Minta Polisi Bantu

Tim detikcom - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 23:02 WIB
Gedung Institut Teknologi Medan (Ahmad Arfah-detikcom)
Gedung Institut Teknologi Medan (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Izin pendirian kampus Institut Teknologi Medan (ITM) dicabut oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Nadiem Makarim karena konflik dualisme yayasan yang tidak berkesudahan. Hal ini membuat para mahasiswa meminta bantuan polisi agar dipertemukan dengan pihak yayasan.

Sejumlah perwakilan mahasiswa, Yogi, mendatangi Polsek Medan Kota. Mereka meminta polisi turun tangan.

"Kami datang untuk minta agar pihak Polsek Medan Kota memfasilitasi pertemuan dengan pihak yayasan," kata perwakilan mahasiswa, Yogi Hanafi Nasution, kepada wartawan di Polsek Medan Kota, Senin (18/10/2021).

Tuntut Pertanggungjawaban

Yogi mengatakan pihaknya ingin bertemu dengan pihak yayasan untuk menuntut pertanggungjawaban usai izin ITM dicabut Nadiem Makarim. Yogi menyebut belum ada pertanggungjawaban yang diberikan pihak yayasan kepada mahasiswa.

"Kami ingin yayasan bertanggungjawab sesuai dengan yang dituliskan dalam surat pencabutan izin," tutur Yogi.

"Selain itu kami juga meminta pertanggungjawaban selama 2 tahun ini. Sebelum izin dicabut, kami banyak mendapatkan kerugian baik materi maupun secara akademik," tambahnya.

Selama 2 tahun ini, katanya, yayasan yang menaungi ITM mengalami konflik. Akibatnya, aktivitas akademik mahasiswa tidak berjalan dengan baik.

Yayasan Belum Merespons

Kanit Intel Polsek Medan Kota, Iptu Sirait, mengatakan pihaknya sudah menghubungi Ketua Yayasan Dwiwarna yang menaungi kampus ITM, Munajat. Ketua Yayasan, kata Sirait, meminta agar Ketua Pembina Yayasan yang dihubungi terkait hal itu.

"Kami sudah hubungi via WA, Munajat meminta agar persoalan ini diserahkan kepada Cemerlang sebagai Dewan Pembina Yayasan," ucap Sirait.

Sirait mengatakan sudah menghubungi Cemerlang selaku Pembina Yayasan. Namun Cemerlang belum memberikan respon.

"Nanti kita jadwalkan hari Kamis pertemuan. Kami akan surati secara resmi," jelas Sirait.

Selengkapnya di halaman selanjutnya