Dini Ingin Dibuat Cantik, Operasi Face Off Digelar 14 Hari Lagi

Dini Ingin Dibuat Cantik, Operasi Face Off Digelar 14 Hari Lagi

- detikNews
Selasa, 18 Apr 2006 13:37 WIB
Bandung - Dini Setia Utami (13) kembali menjalani proses pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Selasa (18/4/2006) sebelum dioperasi face off. Tim dokter bagian patologi klinik juga mengambil 3 sampel darah dan urine milik remaja malang itu. Operasi face off remaja yang mengalami kerusakan wajah karena tersiram minyak itu akan dilaksanakan 14 hari mendatang. Dini Setia Utami tiba di RSHS sekitar pukul 08.00 WIB, Selasa (18/4/2006) dan didampingi oleh kedua orangtuanya. Pemeriksaan kesehatan Dini Setia Utami selesai pada pukul 12.30 WIB. "Dari hasil pemeriksaan awal, tingkat gula darahnya cukup tinggi, 124. Ini agak tinggi dalam usia seperti Dini. Jadi ada pemeriksaan ulang," ungkap Ketua Tim Rekonstruksi Wajah Dini Setia Utami, Hardisiswo Soedjana, saat ditemui di ruang kerjanya di RSHS Bandung, Jalan Pasteur, Selasa (18/4/2006). Namun, ia menilai kondisi kesehatan Dini Setia Utami secara umum dalam kondisi baik sehingga sudah cukup untuk dioperasi. Tim dokter yang mengoperasi Dini berjumlah 9 orang, terdiri dari ahli bedah plastik, anestesia, psikiater, dan rehabilitasi medik. "Beberapa alat memang belum ada. Kita sudah minta agar pihak RSHS menyediakan alat ini seperti alat draft, dermatom, dan microsurgery secepatnya," ungkap Hardi. Ia memperkirakan operasi face off Dini Setia Utami berlangsung dalam waktu 10 jam. Beberapa skenario langkah-langkah operasi sudah disusun. Rencananya dalam waktu dekat ini tim dokter rekonstruksi Dini Setia Utami akan melakukan gladi resikuntuk menghitung kecepatan waktu dalam proses operasi nanti."Tujuan operasi ini adalah untuk memperbaiki fungsi mata, bibir, dagu, dan lehernya yang lebih pendek. Ini kasus yang paling rumit. Kesulitan kita adalah donornya terbatas," ungkap Hardi.Untuk menyediakan jaringan donor yang terbatas itu, tim dokter bedah rekonstruksi Dini Setia Utami akan menyediakan tisu ekspander. Tisu ekspander ini seperti layaknya jaringan kulit pada umumnya. Pada saat operasi nanti, tisu ekspander ini akan ditanamkan dalam tubuh Dini Setia Utami. Dalam waktu kurang lebih 3 bulan tisu ekspander ini akan berkembang dan akan digunakan untuk kebutuhan pascaoperasi. Khususnya untuk memperbaiki jaringan yang sudah ditempelkan pada bagian wajah dan bagian tubuh lainnya. "Operasi tahap pertama sudah menunjukkan hasilnya dalam waktu satu minggu. Tapi jangan harapkan hasilnya spektakuler. Lihat yang terbaiknya saja. Yang terpenting fungsi dan estetiknya berhasil," beber Hardi. Tim dokter bedah rekonstruksi Dini Setia Utami juga telah menghitung risiko kegagalan operasi ini. Risiko terbesar adalah menyangkut implantasi jaringan, khususnya untuk menyambungkan pembuluh-pembuluh darah kecil. Jika tak cocok, jaringan baru yang ditempelkan tersebut akan mati. "Dini meminta agar dibuat cantik. Ini permintaan paling sulit," ungkap Hardi sambil tersenyum. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads