Mantan Peserta Ungkap Pernyataan Jhoni Allen di Acara KLB Deli Serdang

Karin Nur Secha - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 18:28 WIB
Mantan peserta KLB Deli Serdang, Gerald Pieter Runtuthomas
Mantan peserta KLB Deli Serdang, Gerald Pieter Runtuthomas (Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta -

Mantan peserta KLB Deli Serdang, Gerald Pieter Runtuthomas, mengungkap pernyataan Jhoni Allen saat acara berlangsung. Gerald menyebut Jhoni Allen meminta seluruh peserta yang hadir tidak takut.

"Jadi Pak Jhoni Allen mengatakan kepada kami peserta KLB 'Bagi seluruh peserta yang hadir dalam ruangan ini tidak perlu takut dan tidak usah takut dengan pelaksanaan KLB ini. Karena tanggal 9 Maret Menkumham akan mengesahkan hasil KLB ini', itu pernyataan Pak Jhoni Allen di depan kami sebagai peserta," kata Gerald kepada wartawan di kantor DPP Demokrat, Jakarta Pusat, Senin (18/10/2021).

Gerald mengatakan pernyataan tersebut dilontarkan Jhoni Allen saat penghujung acara pemilihan ketua umum. Dalam KLB tersebut, Gerald juga mengungkap saat itu peserta tidak diberi nama-nama yang akan menjadi calon ketua umum, tapi ada peserta yang sudah berteriak Marzuki Alie dan Moeldoko.

"Kami peserta teriak beberapa nama, Marzuki Alie. Ada peserta lain tiba-tiba teriak Moeldoko karena doktrin awal emang akan memilih pak Moeldoko," kata Gerald.

Gerald menyebut dirinya bersama peserta lain juga menandatangani tiga surat yang berbeda. Surat pertama berisi pernyataan menyetujui Moeldoko sebagai ketua umum KLB Deli Serdang.

"Tiba-tiba dipanggil lagi oleh korwil saya tanda tangan lagi surat pernyataan kedua. Isi dari surat pernyataan kedua itu membatalkan isi surat pernyataan pertama, jadi membatalkan," jelasnya.

"Terus tanda tangan pernyataan ketiga isinya seperti surat pernyataan pertama mendukung Moeldoko sebagai ketum. Jadi 3 kali kita tanda tangan di atas meterai Rp 10 ribu," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, kuasa hukum DPP Partai Demokrat (PD), Mehbob, menyebut Moeldoko memberikan sejumlah uang kepada para Ketua DPC yang hadir dalam acara diklaim Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara. Pemberian uang itu, menurut Mehbob, dilakukan setelah KLB digelar.

Pemberian uang itu, menurut Mehbob, diketahui dari Gerald Pieter Runtuthomas, selaku saksi yang dihadirkan oleh pihak Partai Demokrat dalam sidang gugatan yang dilayangkan kubu Moeldoko di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

"Tadi ada keterangan yang sangat menarik ya dari saksi KLB yang hadir saudara Gerald. Jadi ada dua kloter keberangkatan, jadi semua yang bukan anggota, yang bukan Ketua DPC, yang tidak mempunyai hak suara (dalam KLB) mereka langsung terbang dari daerahnya masing-masing ke Medan, tetapi kalau Ketua DPC menurut tadi keterangan saksi (Gerald) mereka transit di Jakarta bertemu dengan Pak Moeldoko," kata Mehbob kepada wartawan di Gedung PTUN Jakarta, Rawamangun Jakarta Timur, Kamis (14/10/2021).

"Setelah mereka (Ketua DPC) bertemu dengan Moeldoko, mereka diberikan uang sebesar Rp 25 juta dan satu buah handphone," sambung Mehbob.

Mehbob menjelaskan bahwa uang Rp 25 juta dan satu unit handphone tersebut merupakan uang muka sebesar 25% atas janji yang diberikan oleh penggagas KLB kepada para Ketua DPC senilai Rp 100 juta.

Kemudian, lanjutnya, sisa dari uang tersebut akan diserahkan kepada 32 ketua DPC yang menjadi peserta KLB usai KLB tersebut digelar.

(eva/eva)