KemenPPPA-Matakin Teken MoU Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Nahda Rizki Utami - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 17:31 WIB
Kementerian PPA-Matakin Teken MoU Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Kementerian PPPA-Matakin Teken MoU Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Nahda/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dalam rangka pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak berbasis agama Konghucu. Ada lima program dalam kesepakatan ini.

Program ini akan fokus pada dukungan percepatan pencapaian lima arahan Presiden Joko Widodo kepada Kementerian PPPA, yaitu peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan yang berperspektif gender, peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pengasuhan anak, penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penghapusan pekerja anak, serta pencegahan perkawinan anak.

Tidak hanya menandatangani nota kesepahaman, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Bintang Puspayoga juga meninjau vaksinasi dosis kedua untuk 300 anak usia 12 tahun ke atas dan masyarakat di wilayah SMP Segar. Bintang berharap program yang dibuat bisa ditindaklanjuti.

"Terkait dengan MoU ini tadi sudah disampaikan apa yang menjadi kita tidak harapkan ini tidak hanya menjadi dokumen semata. Bagaimana nanti kita akan tindaklanjuti dengan rencana aksi melalui kegiatan program dari apa yang sudah kita tangani berkaitan maksud tujuan demikian juga ruang lingkup daripada nota kesepahaman ini," kata Bintang, Senin, (18/10/2021).

Bintang mengatakan Kementerian PPPA juga pernah bekerja sama dengan Masjid Istiqlal untuk menandatangani nota kesepahaman dalam rangka mewujudkan masjid-masjid di Indonesia yang ramah dan peduli anak.

"Akan sama seperti kemarin, kita dengan Masjid Istiqlal nah kemudian juga dalam Masjid Istiqlal itu bagaimana komitmen daripada imam besar untuk mewujudkan masjid masjid Indonesia ini yang ramah perempuan dan peduli anak," jelas Bintang.

Kementerian PPPA juga pernah bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia dalam rangka upaya menyelamatkan anak, salah satunya dari pendewasaan usia kawin.

"Demikian juga kita kerjasama dengan MUI, kemarin pendewasaan usia kawin, nah bagi kami KemenPPPA ini tadi kan sudah disampaikan bagaimana kita bisa memberikan posisi yang setara terhadap perempuan dan kalau kita melihat dari populasi penduduk Indonesia, perempuan kan 49 persen ya setengahnya perempuan," imbuh Bintang.

Bintang menjelaskan alasan Kementerian PPPA menggandeng dan bekerja sama dengan tokoh agama karena akan jauh lebih dapat dipahami umat masing-masing.

"Ini jadi penting dan kenapa kami menggandeng kerjasama, sinergi, kolaborasi dengan tokoh agama? Karena kalau misalnya seperti sosialisasi, pemahaman kepada umat, tokoh agama akan jauh lebih cepat didengar oleh umatnya. Itu akan menjadi bagian yang penting," ungkap Bintang.

(idn/idn)