Andre Rosiade: Pernyataan Jokowi di Labuan Bajo Bentuk Dukungan pada Erick

Mega Putra Ratya - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 10:22 WIB
Andre Rosiade
Foto: Andre Rosiade
Jakarta -

Presiden Joko Widodo memberikan pernyataan tegas kepada jajaran direksi BUMN di Labuan Bajo. Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade menilai apa yang disampaikan Jokowi merupakan bentuk dukungan kepada Menteri BUMN Erick Thohir.

"Semua pernyataan yang disampaikan Pak Jokowi di Labuan Bajo adalah bentuk dukungan terhadap Menteri BUMN Erick Thohir," ujar Andre kepada wartawan, Senin (18/10/2021).

Mengapa demikian? Andre mengatakan, apa yang disampaikan oleh Jokowi itu sudah sering disampaikan Erick Thohir di depan rapat kerja dengan Komisi VI.

"Jadi apa yang disampaikan oleh Presiden itu, merupakan program kerja Menteri BUMN. Dan menteri BUMN cukup sering menyampaikan hal-hal tersebut di depan kami anggota dewan, dalam rapat kerja di Komisi VI," tutur Andre.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Gerindra Sumbar ini mencontohkan, bahwa Erick Thohir telah melakukan pembubaran BUMN-BUMN yang masuk kategori sakit.

"Kita tahu Menteri BUMN memiliki rencana matang untuk membubarkan setidaknya tujuh BUMN yang masuk kategori sakit. Kenapa pembubaran perlu dilakukan? Untuk memberikan kepastian karena perusahaan tersebut sudah tidak beropesasi lagi tapi memiliki pekerja," kata Andre.

Andre melanjutkan, Erick Thohir juga telah mengeluarkan aturan ketat agar BUMN tak bisa asal meminta-minta penyertaan modal negara (PMN) seperti yang sebelumnya. Seperti diketahui, Kementerian BUMN telah mengeluarkan aturan mengenai tujuan penggunaan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada BUMN.

Penggunaan ini dibagi dalam menjadi dua, yakni untuk keperluan perbaikan struktur permodalan dan untuk peningkatan kapasitas BUMN. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-1/MBU/03/2021 Tentang Pedoman Pengusulan, Pelaporan, Pemantauan, dan Perubahan Penggunaan Tambahan Penyertaan Modal Negara Kepada Badan Usaha Milik Negara dan Perseroan Terbatas.

Lalu kemudian, Andre juga menjabarkan mengenai langkah Erick yang telah melakukan peningkatan efisiensi perusahaan, salah satunya dengan melakukan langkah besar berupa merger Pelindo I hingga IV ke dalam satu atap perusahaan saja.

"Penggabungan ini saya lihat sesuai dengan harapan besar Presiden. Penggabungan Pelindo 1,2,3,dan 4 menjadi holding Pelindo menyatukan kekuatan, memangkas biaya logistik dan memperkokoh konektivitias maritim agar Indonesia semakin kompetitif," tutur Andre.

Tidak kalah penting, sambung Andre, penggabungan tersebut juga mengantarkan Pelindo menjadi operator terminal peti kemas terbesar ke-8 di dunia.

(mpr/ega)