Rp 400 M untuk Antisipasi Merapi
Selasa, 18 Apr 2006 11:13 WIB
Jakarta - Tak mau kecolongan, Departemen Sosial (Depsos) dan Departemen Kesehatan (Depkes) telah bersiap-siap mengantisipasi kondisi Gunung Merapi yang telah berstatus siaga. Depsos mempersiapkan bantuan untuk waktu 3 bulan. Demikian disampaikan Menteri Sosial (Mensos) Bachtiar Chamsyah sebelum sidang kabinet tentang ketahanan pangan di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (18/4/2006). Untuk antisipasi itu, Depsos menyiapkan dana bantuan Rp 400 miliar. "Kalau tidak cukup nanti kita minta mata anggaran darurat dari pemerintah sebesar Rp 600 miliar," kata Untuk mengecek persiapan langsung, Mensos rencananya akan mengunjungi Desa Dukun, Kecamatan Dukun, Magelang, yang diperkirakan akan menjadi lokasi paling parah jika Merapi meletus. TNI juga akan ikut ke lokasi, tapi berapa jumlahnya belum bisa dipastikan.Depsos juga menyiapkan stok makanan baik beras dan makanan siap saji. Beras sebanyak 100 ton telah disiapkan. Beras itu akan dibagikan untuk 3 kabupaten, yaitu Sleman, Magelang dan Boyolali. Selain itu juga disiapkan minyak, tempat air, senter, megaphone dan genset. Bachtiar mengaku sudah mengkoordinasikan stok makanan agar berada di setiap kecamatan. Koordinasi dilakukan melalui rapat di Desa Dusun, Kecamatan Dusun, 5-10 km dari Merapi dan di Kabupaten Sleman. "Kita berharap tidak terjadi (meletus). Andaikata terjadi diharapkan tak ada korban. Tapi kita sudah siapkan (bantuan bencana) untuk 3 bulan dan manajemen bencana kita sudah cukup baik," kata Mensos.Dokter & Kantong MayatSementara Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari mengaku sudah mempersiapkan dokter untuk mengantisipasi korban letusan Merapi. Dokter itu berjumlah 30 orang yang berasal dari Solo dan Yogyakarta. Selain dokter, Depkes juga menyiapkan kantong-kantong mayat.
(iy/)











































