Orang Tua dan Anak-anak di Lereng Merapi Mulai Diungsikan

Orang Tua dan Anak-anak di Lereng Merapi Mulai Diungsikan

- detikNews
Selasa, 18 Apr 2006 11:05 WIB
Yogyakarta - Meski belum diketahui kapan Gunung Merapi akan meletus, sejumlah warga yang tinggal di kampung-kampung teratas lereng Merapi mulai mengungsikan para orang tua, ibu-ibu dan anak-anak kecil. Pengungsian ini pada umumnya dilakukan malam hari ke rumah sanak keluarga yang dinilai relatif aman. Sedangkan pada siang hari, mereka biasanya kembali ke rumah masing-masing."Jadi pada malam hari hanya lelaki dewasa dibantu petugas yang tinggal di desa. Mereka menjaga harta benda dan ternak yang dimiliki penduduk," kata Bowo, salah seorang petugas Satkorlak PBP Sleman saat dihubungi detikcom, Selasa (18/4/2006). Sejumlah desa yang berada di lereng Merapi dan masuk kawasan rawan bencana antara lain Desa Girikerto, Wonokerto, Kepuh Harjo, Purwobinangun, Hargo Binangun, Umbul Harjo dan Glagah Harjo. Warga tujuh desa di wilayah Sleman, Yogyakarta ini sudah siap diungsikan jika sewaktu-waktu terjadi bencana.Sementara laporan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta mencatat bahwa guguran lava pijar hari ini tidak terjadi. Suara guguran terdengar satu kali dari pos pengamatan Babadan, sebelah barat Merapi.BPPTK juga melaporkan bahwa titik api diam di puncak Merapi hari ini juga tidak tampak. Data kegempaan pada 17 April kemarin tercatat gempa vulkanik dangkal 8 kali, multifase banyak 110 kali dan guguran lava 15 kali.Sementara pada 18 April pukul 00.00 - 06.00 WIB gempa vulkanik dangkal 6 kali, multifase 21 kali dan guguran 2 kali. Secara kuantitatif kegempaan masih menunjukkan jumlah yang tinggi. BPPTK menyarankan masyarakat tidak melakukan kegiatan di badan sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi, meliputi Kali Woro, Kali Gendol, Kali Boyong, Kali Krasak, Kalisat, Kali Putih, Kali Senowo, Kali Trising, dan Kali Apu dalam radius 8 km dari puncak Gunung Merapi dan masuk daerah kawasan rawan bencana. (jon/)


Berita Terkait