243 Rumah Warga Rusak Berat Imbas Gempa M 4,8 di Karangasem Bali

Tim detikcom - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 01:51 WIB
Gempa dengan kekuatan magnitudo 4,8 mengguncang Karangasem, Bali, Sabtu (16/10/2021).
Foto: Gempa M 4,8 di Karangasem, Bali (Antara Foto//Fikri Yusuf)
Jakarta -

Sebanyak 243 rumah warga Karangasem mengalami rusak berat akibat guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,8. Tak hanya itu ratusan rumah lainnya juga mengalami rusak ringan.

BPBD melaporkan berdasarkan perkembangan data pada Minggu (17/10), pukul 16.20 WIB, sebanyak 300 rumah warga rusak ringan dan 3 lainnya rusak sedang. Selain itu, 21 unit bangunan suci, 6 paseh dan 2 candi juga mengalami kerusakan berat di Bali.

Dampak kerusakan juga terjadi pada fasilitas pendidikan 1 unit dan 3 titik akses jalan yang tertutup material longsor. Kerusakan di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, ini tersebar di beberapa desa di 4 kecamatan, antara lain Desa Ban dan Dukuh (Kecamatan Kubu), Rendang dan Pempatan (Rendang), Jungutan (Bebandem) dan Amerta Buana (Selat).

Selain itu, gempa juga memakan korban jiwa di wilayah Karangasem. Sebanyak 1 warga meninggal dunia, 6 luka berat, dan 69 luka ringan.

"Dampak korban jiwa di kabupaten ini tercatat 1 warga meninggal dunia, 6 luka berat dan 69 luka ringan. Warga yang mengalami luka-luka telah mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan setempat," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

Kemudian, selain di Karangasem, gempa yang terjadi, pada Sabtu (16/10), pukul 03.18 WIB di kedalaman 10 km juga berdampak di Kabupaten Bangli. Sebanyak 26 unit rumah warga rusak berat di kabupaten ini, sedangkan 9 rusak sedang dan 2 rusak ringan. BPBD Kabupaten Bangli mencatat fasilitas umum dan aset warga yang terdampak antara lain kantor desa 1 unit, puskesmas 1, bumdes 1, rumah ibadah 2, dapur 2 dan MCK 2.

Selain itu, gempa juga mengakibatkan 2 warga meninggal dunia, 2 luka berat dan 5 luka ringan. BPBD menginformasikan sebanyak 5 KK atau 19 jiwa mengungsi akibat gempa.

(maa/maa)