2,5 Juta Dosis Vaksin Pfizer Tiba di RI, Langsung Dikirim ke Daerah

Erika Dyah - detikNews
Minggu, 17 Okt 2021 21:45 WIB
Sebanyak 46.800 dosis vaksin Pfizer tiba di Aceh hari ini. Kehadiran puluhan ribu dosis vaksin itu menjadi salah satu upaya untuk gencarkan vaksinasi nasional.
Foto: ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA
Jakarta -

Indonesia kedatangan vaksin tahap ke-91 berupa 2,5 juta dosis vaksin Pfizer dalam bentuk jadi. Vaksin tersebut akan langsung didistribusikan ke tiga provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Hari ini sebanyak 2.585.700 dosis vaksin jadi tiba di Tanah Air. Sehingga total kedatangan vaksin baik dalam bentuk baku dan jadi dari berbagai merek adalah 285.076.400," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate dalam keterangan tertulis, Minggu (17/10/2021).

Johnny menjelaskan pembelian vaksin Pfizer merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam mengamankan ketersediaan dan juga pemerataan vaksin. Selain melalui pembelian, vaksin ini juga diperoleh melalui bantuan atau hibah, baik bilateral maupun multilateral.

"Segala upaya dilakukan pemerintah untuk menjaga stok vaksin. Lancarnya kedatangan vaksin, membuat upaya percepatan dan perluasan program vaksinasi jadi lebih optimal," katanya

Lebih lanjut, Johnny menerangkan saat ini jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 51,3% atau 107 juta orang dan vaksin dosis kedua 30% atau 62 juta orang.

Ia berharap vaksinasi bisa terus ditingkatkan dan diperluas cakupannya. Untuk itu, lanjut Johnny, pemerintah berupaya mendistribusikan vaksin ke seluruh daerah secepat mungkin, termasuk dengan langsung mendistribusikan vaksin ke daerah begitu tiba di Tanah Air.

"Ini seiring langkah pemerintah meningkatkan capaian vaksinasi di daerah-daerah. Bersamaan dengan itu, pemerintah tak lupa mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan," ujarnya.

Ia menambahkan upaya percepatan vaksinasi di Tanah Air juga dilakukan dengan memberikan edukasi kepada masyarakat. Khususnya terkait berita-berita tidak benar alias hoaks yang banyak beredar.

Johnny mengungkap di beberapa daerah, hoaks berperan memperlambat vaksinasi. Sebab, masyarakat dibuat takut dan khawatir terhadap efek vaksinasi yang dilebih-lebihkan dan dibesar-besarkan.

"Sekali lagi pemerintah menegaskan bahwa seluruh vaksin COVID-19 yang digunakan ini aman dan berkhasiat, sudah mendapatkan izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM)," tandasnya.

(akd/ega)