Selidiki Penyebab Kebakaran di Tambora Jakbar, Polisi Periksa 4 Saksi

Karin Nur Secha - detikNews
Minggu, 17 Okt 2021 17:00 WIB
Kebakaran rumah warga di Tambora Jakbar
Kondisi rumah warga di Tambora, Jakbar, pascakebakaran (Karin/detikcom)
Jakarta -

Polisi tengah menyelidiki penyebab kebakaran 81 rumah warga di Jalan Krendang Raya, Tambora, Jakarta Barat (Jakbar). Empat orang saksi yang mengetahui peristiwa tersebut pun diperiksa polisi.

"Untuk saksi mata sudah kita periksa itu empat orang. Untuk sementara, keterangan saksi itu adalah mereka melihat bahwa sumber api itu berawal dari lokasi yang ditunjuk sama mereka (sudah diberi police line), sudah kita olah TKP," ujar Kapolsek Tambora Kompol Muhammad Faruk Rozi saat dimintai konfirmasi, Minggu (17/10/2021).

Faruk mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, api tersebut berasal dari salah satu rumah warga. Namun hingga kini Faruk belum dapat menyimpulkan dugaan penyebab kebakaran tersebut terjadi.

"Tapi untuk (penyebab) apa dari korsleting listrik atau dari meledak kompor atau tabung gas, itu belum bisa dipastikan. Kita tidak berani berspekulasi sampai nanti dari Laboratorium Forensik yang olah TKP," jelasnya.

Terkait kerugian kebakaran itu sendiri, Faruk belum bisa membeberkan jumlah kerugian kebakaran tersebut. Ini dikarenakan rumah tersebut merupakan rumah semipermanen.

"Belum bisa ditaksir (kerugiannya). Karena itu kan rumah semipermanen, rata-rata kontrakan petak-petak," kata Faruk.

Kebakaran terjadi pada Jumat (15/10). Sebanyak 511 warga terdampak akibat kebakaran itu.

Warga bernama Eko (50) hari ini mulai mencari barang-barang yang tersisa di rumahnya pascakebakaran. Barang-barang tersisa itu rencana akan dijual.

"Ngumpulin ini aja, Neng. Lumayan kalau dijual buat makan keluarga," kata Eko saat ditemui di lokasi, Minggu (17/10/2021).

Hingga kini dia dan keluarganya mengungsi di posko pengungsian yang telah disediakan. Dia mengaku belum mempunyai rencana ke depan setelah rumahnya terbakar.

"Sekarang yang ada dulu aja. Yang penting anak-istri bisa tidur," ujarnya.

Sementara itu, tenda pengungsian sudah didirikan. Penyebab kebakaran masih diselidiki.

(ain/fas)