Sebut Golkar Modern, Guru Besar UIN: Ini Partai Merit Bukan Dinasti

Jihaan Khoirunnisa - detikNews
Sabtu, 16 Okt 2021 21:44 WIB
Cendekiawan Muslim, Azyumardi Azra, (25/1/2019)
Foto: Usman Hadi/detikcom
Jakarta -

Cendekiawan muslim sekaligus guru besar UIN Syarif Hidayatullah, Azyumardi Azra menyebut Partai Golkar telah mengalami evolusi sejak era reformasi di tahun 1998. Menurut Azyumardi partai ini telah berubah menjadi partai modern dengan sistem perekrutan dan kaderisasi yang dinilainya sebagai salah satu yang terbaik di Tanah Air.

"Partai Golkar sejak masa reformasi dan demokratisasi masih tetap merupakan partai modern, bahkan mungkin sebagai satu-satunya partai modern," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/10/2021).

Di webinar bertajuk 'Dua Dasawarsa Kemenangan Golkar 2004-2024' yang digelar hari ini, Azyumardi pun merinci parameter yang menunjukkan Golkar sebagai partai modern. Salah satunya yaitu eksistensi partai yang diisi oleh banyak teknokrat dan kader dengan sistem merit atau berbasis kemampuan. Dia mengatakan sampai dengan saat ini sistem politik di Golkar terbilang demokratis dan tidak ada dinasti ataupun oligarki.

"Dinasti itu artinya dikuasai oleh anak cucu dan oligarkis itu dikuasai oleh elite politik yang terbatas. Kalau Golkar enggak! Kita bisa melihat siapa saja sebetulnya bisa menjadi pemimpin di Golkar, bisa mengalami mobilitas politik di Golkar," katanya.

Mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah menyebut hal ini merupakan nilai tambah bagi partai berlogo beringin yang saat ini dipimpin oleh Airlangga Hartarto ketimbang partai-partai lain. Selain dinamis, lanjut dia, Golkar juga sangat terbuka bagi kader mana pun untuk memimpin partai tersebut.

Bagi Azyumardi, poin-poin ini menjadi nilai tambah bagi Partai Golkar. Utamanya dalam menggaet suara anak-anak muda yang kritis terhadap keberadaan politik dinasti dan oligarki di Indonesia.

"Satu keunggulan yang saya kira bisa dijual dipasarkan oleh Golkar dalam masa-masa sekarang ini, terutama kepada generasi milenial, bahwa Golkar ini adalah partai merit bukan partai dinasti," tandasnya.

(akn/ega)